Tegucigalpa-Tahun 2017 ini kekerasan yang terjadi terhadap wartawan masih terjadi di sejumlah negara, salah satunya yang baru terjadi di Honduras.
Igor Padilla, reporter untuk jaringan televisi Canal Hable Como Habla (HCH) ditembak mati di wilayah utara Honduras pada Selasa 17 Januari.
Igor Padilla tiba di rumah sakit dengan beberapa luka tembak yang berada di tubuhnya.
“Ketika tiba di rumah sakit, Padilla sudah tidak bisa diselamatkan lagi,” ujar Dokter Arturo Bendana, seperti dikutip AFP, Rabu (18/1/2017).
Sementara seorang kameraman yang tengah berada Padilla menyebutkan, penembakan terjadi ketika korban berjalan keluar dari sebuah bangunan untk menerima telepon. Tiba-tiba saja dia ditembak oleh pria berseragam polisi.
Direktur HCH Eduardo Maldonado mengatakan bahwa jurnalis itu tengah meliput isu polisi di kota tersebut. Dalam pemeriksaan, terdapat 20 peluru yang bersarang di tubuhnya, Maldonado pun mendesak pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan.
Menteri Keamanan Julian Pacheco mengatakan bahwa satu tim sudah dimobilisasi untuk menyelidiki penembakan.
Menurut Komisi Nasional HAM, sejak tahun 2003, 69 pekerja media terbunuh di Honduras. Hanya sekitar empat dari kasus pembunuhan itu yang diselidiki oleh penyelidik.





