AFGHANISTAN – Serangan udara oleh pasukan Afghanistan di sebuah sekolah agama di markas Taliban telah menyebabkan banyak korban, termasuk warga sipil.
Sumber keamanan mengatakan pada AFP jika para komandan Taliban berkumpul di dalam madrasah di mana upacara kelulusan sedang berlangsung bagi para mahasiswa pada saat serangan Senin (2/4/2018) di provinsi timur laut Kunduz.
Dia mengatakan sejumlah warga sipil yang tidak diketahui termasuk di antara korban yang juga termasuk komandan senior Taliban yang “merencanakan operasi musim semi berikutnya”.
“Beberapa orang tewas dan paling tidak 15 orang yang cedera, termasuk anak-anak, dibawa ke rumah sakit regional di ibukota provinsi Kunduz,” ungkap Naim Mangal, seorang dokter yang menangani korban.
Kerabat korban luka juga mengatakan kepada seorang fotografer AFP di rumah sakit bahwa serangan itu terjadi selama upacara kelulusan di madrasah di distrik Dashte Archi, yang dikendalikan oleh Taliban.
“Ketika pesawat datang sekitar pukul 12:00 malam, beberapa anak berteriak ‘mereka akan menjatuhkan bom’ tetapi para tetua berkata ‘tenang, tidak ada yang akan terjadi’, tetapi kemudian bom menghantam masjid,” kata Mohammad Ishaq.
Ishaq mengatakan warga sipil, mahasiswa dan beberapa Taliban, yang diundang untuk menghadiri upacara, berada di dalam masjid pada saat serangan itu.
“Saya melarikan diri tanpa luka tetapi banyak orang terbunuh dan terluka dan saya melihat tubuh mereka tergeletak di tanah,” katanya.
Sementara itu Taliban mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengkonfirmasikan serangan terhadap madrasah, tetapi membantah bahwa para pejuangnya telah bertemu di sekolah tersebut.
Kelompok itu mengatakan sekitar 150 ulama dan warga sipil kebanyakan dari mereka adalah anak-anak – termasuk di antara yang tewas dan terluka.
Sumber keamanan mengatakan Taliban mulai bertemu di madrasah dengan harapan menghindari serangan udara.





