WASHINGTON – Berdasarkan survei yang dilakukan studi Pew Research Center, hampir setengah dari warga Muslim di AS mengaku telah mengalami diskriminasi dalam setahun terakhir.
Tiga-perempatnya mengatakan bahwa terdapat banyak diskriminasi terhadap Muslim, sedangkan 74% menyebut Presiden Donald Trump tidak bersahabat kepada mereka.
Sementara pada studi serupa di tahun 2011, 64% menilai Presiden Barack Obama bersahabat kepada mereka.
Riset tersebut juga menunjukkan bahwa Muslim di AS menjadi semakin liberal secara sosial.
Para peneliti mewawancarai 1.001 Muslim AS lewat sambungan telepon. Mereka menyatakan bahwa responden yang dipilih merupakan sampel representatif.
Dilansir BBC Indonesia, setengah dari responden mengatakan hidup sebagai Muslim di AS telah menjadi semakin sulit dalam beberapa tahun terakhir, sedangkan 48% mengaku mereka secara pribadi pernah mengalami diskriminasi selama setahun belakangan.
Bentuk diskriminasi paling umum yang mereka sebutkan ialah diperlakukan dengan prasangka (32% dari responden), diperlakukan secara khusus oleh petugas keamanan bandara (19%), disebut dengan nama panggilan yang menghina (18%), diperlakukan secara khusus oleh penegak hukum (10%), dan diancam secara fisik atau diserang (6%).





