Setelah Bentrok, Bangladesh Malah Pulangkan 90 Rohingya Ke Myanmar

Ilustrasi kapal pengungsi Rohingya

DHAKA—Bangladesh memulangkan sedikitnya 90 imigran Rohingya ke Myanmar. Padahal, mereka sebelumnya mendapatkan tindakan kekerasan dari militer Myanmar di perbatasan.

Kepolisian Bangladesh melaporkan mereka mencegat 70 warga Rohingya pada Sabtu (26/8) lalu di perbatasan kedua negara. Mereka melarikan diri karena tentara Myanmar menembakkan mortar dan senapan mesin kepada penduduk desa yang menggelar demonstrasi di utara negara bagian Rakhine.

Dilansir Kantor Berita NAM, penduduk desa itu ditangkap sekira 4 km dari perbatasan saat berjalan menuju kamp pengungsi di Kutupalong. Di kamp ini sudah ada ribuan warga Rohingya yang hidup menderita.

“Mereka memohon kepada kami untuk tidak mengirim mereka kembali ke Myanmar,” kata seorang polisi kepada media.

Sementara itu, 20 orang lainnya yang ditangkap pada Ahad (27/8) dan dipulangkan setelah melintasi singai Naf yang menjadi perbatasan Bangladesh dan Myanmar.

Petugas perbatasan Manzurul Hassan Khan mengatakan bahwa tembakan bisa terdengar di seberang perbatasan di Rakhine. Lebih dari 100 orang tewas sejak Jumat (25/8) karena sejumlah pria yang mengaku berasal dari Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) menyerang pos polisi Myanmar dengan pisau.

 

Advertisement