Setelah Diguncang Gempa, Kasus Corona di Sulbar Meningkat 70 Persen

Ilustrasi pelatihan swab di lokasi terdampak gempa di Sulbar oleh Dompet Dhuafa/ Foto: DD

MAMUJU – Emergency Medical Team Ikatan Dokter Indonesia mengatakan angka terkonfirmasi positif di Sulawesi Barat naik 70 persen dalam 23 hari, atau sejak terjadinya gempa.

Dokter Tri Maharani, Emergency Medical Team (EMT) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan hal tersebut terjadi hanya beberapa pekan setelah bencana gempa bumi.

“Artinya untuk relawan dan pengungsi ditemukan banyak sekali ditemukan kasus baru COVID-19,” ujar Tri Maharani.

Ditambahkannya, ada dokter, ada dokter spesialis, ada perawat,ada relawan, ada pengungsi banyak positif. “Nah tidak mungkin mereka bisa diisolasi di tenda di depan rumah sakit yang sudah hancur itu. Jadi saya usulkan dibuatkan tempat isolasi untuk penderita COVID-19 di tengah bencana Mamuju ini,” imbuh Tri Maharani.

Sementara berdasarkan data COVID-19 Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, per tanggal 6 Februari 2021, jumlah kumulatif positif COVID-19 berjumlah 4.380, naik 73 persen dibandingkan data 14 Januari yang hanya 2.529 kasus. A

rtinya dalam rentang 23 hari terjadi penambahan 1.851 kasus di enam wilayah kabupaten. Dari angka kumulatif 4.380 pada 6 Februari, 2.415 diantaranya dinyatakan sembuh, dirawat 256, menjalani isolasi mandiri 1.625 dan kematian akibat COVID-19 berjumlah 84.

Swandy, Kepala Seksi Bidang Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Barat, mengungkapkan saat ini sudah tersedia lima tenda yang dikhususkan untuk tempat isolasi bagi penderita COVID-19. Tenda tersebut dibangun di sekitar Rumah Sakit Regional Mamuju.

Menurut Swandy, bila sewaktu-waktu terjadi guncangan gempa susulan, pasien tanpa gejala akan meninggalkan tempat di mana mereka menjalani isolasi mandiri.

 

Advertisement