Setelah Hari Kemenangan Diraih…..

Ilustrasi

IDUL Fitri dirayakan pertama kali usai Perang Badar pada 17 Ramadhan  tahun ke-2 Hijriyah saat dengan gagah berani 319 pejuang muslimin berhasil menaklukkan seribu anggota balatentara kaum Quraisy.

Di era now, Hari Kemenangan diraih umat muslim usai menjalankan rukun Islam ke 4 yakni berpuasa sebulan penuh selama Ramadhan, menahan lapar dan dahaga, mengekang hawa nafsu, memperbanyak amalan dan menghindari segala yang bisa membatalkannya.

Usai menjalankan ibadah shaum selama Ramadhan, iman umat muslim seolah baru terasah bagai sosok yang terentas dari tempaan kawah candradimuka dan bagai kertas putih bersih, suci tanpa noda.

Sebulan penuh mereka ditempa untuk meredam emosi, menjauhi larangan dan perbuatan dosa sekecil  apa pun, juga melakukan pencerahan intelektual agar lebih peka membedakan yang halal dan haram, manfaat dan mudharat serta hak-hak dan kewajiban bagi  agama, negara dan bangsa.

Selepas Hari Kemenangan Idul Fitri, mereka  diuji lagi dalam perang sesungguhnya, apa yang diperbuat selama Ramadhan harus diamalkan dan dipraktekkan dalam keseharian, baik sebagai tokoh, politisi, pejabat, karyawan, aparat keamanan atau rakyat jelata.

Bagi seorang pemimpin, apakah ia sudah berlaku adil, melakukan hal terbaik untuk rakyat sesuai amanah yang dibebankan dipundaknya atau mengelola anggaran sepenuhnya untuk kemaslahatan rakyat dan negara.

Bagi politisi, baik yang berkiprah di parpol atau parlemen, sudah kah ia benar-benar mendengarkan aspirasi dan nasib rakyat, dan memperjuangkannya dengan tulus, tidak sekedar pencitraan, apalagi memanfaatkan wewenang untuk berkonspirasi menguntungkan diri atau kelompok, apa lagi untuk meraup komisi.

Makna Hari Kemenangan yang sudah diraih selama Ramadhan lalu akan diuji lagi dalam keseharian di hari-hari ke depan, apakah amal dan apa yang dilakukan tidak hanya ritual tahunan yang segera dilupakan, tetapi harus terpatri di setiap ayunan langkah mereka.

Pasca Idul Fitri  adalah masa-masa pembuktian untuk menunjukkan perilaku islami.

 

 

 

 

Advertisement