Setiap 7 Detik, Wanita di Bawah Umur Menikah

Ilustrasi/Ist

WASHINGTON—Saat ini angka pernikahan dini untuk perempuan sangat tinggi. Dalam penelitian Save the Children, setiap tujuh detik, terdapat wanita di bawah umur yang “dipaksa” menikah.

Dalam penelitian itu ditemukan, rata-rata gadis usia 10 tahun dipaksa menikah dengan pria yang jauh lebih tua. Fenomena ini banyak terjadi di negara Afghanistan, Yaman, India dan Somalia. Konflik, kemiskinan, dan krisis kemanusiaan diduga sebagai pemicu utama.

“Perkawinan anak menghalangi anak perempuan mendapatkan haknya yang paling dasar untuk belajar, mengembangkan, dan menjadi anak-anak,” kata CEO Save the Children International, Helle Thorning-Schmidt seperti dikutip dari BBC, Selasa (11/10/2016).

Pernikahan dini ini, kata Schmidt, juga memicu kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan terhadap perempuan. “Mereka hamil dan kemudian terkena STIs (infeksi menular seksual), termasuk HIV,” tambahnya.

Studi ini juga menemukan, banyak keluarga pengungsi yang menikahkan anak perempuan mereka lebih awal sebagai cara untuk melindungi dari kemiskinan atau eksploitasi seksual. Sementara di Sierra Leone, krisis kemanusiaan karena wabah Ebola menyebabkan banyak sekolah ditutup dan pernikahan dini. Saat ini, sedikitnya terdapat 14 ribu remaja yang hamil.

Unicef memperkirakan, jumlah perempuan yang menikah di usia muda akan bertambah secara signifikan. Dari 700 juta saat ini, akan menjadi 950 juta pada tahun 2030.

Advertisement