
JAKARTA, KBKNEWS.id – Perwakilan Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hariqo Wibawa Saputra, menyatakan setiap tahun sekitar 125.000 warga Indonesia meninggal akibat TBC.
Untuk memutus rantai penularan TBC, dia mengatakan, Pemerintah menyediakan layanan deteksi dan pengobatan tuberkulosis (TBC) secara gratis sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dalam upaya melindungi dan memperkuat sumber daya manusia Indonesia.
Ia mengatakan pemerintah telah menyiapkan layanan komprehensif mulai dari skrining hingga pengobatan tuntas TBC tanpa biaya.
Hariqo mengapresiasi para kader kesehatan yang secara sukarela mendampingi pasien hingga sembuh. Menurutnya, peran kader sangat penting dan layak mendapatkan penghargaan dari pemerintah daerah.
Sementara itu Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan peran kader dalam menemukan kasus sejak dini, terutama pada pasien tanpa gejala.
Saat ini Indonesia menempati peringkat kedua jumlah kasus TBC tertinggi di dunia dengan lebih dari 1 juta kasus dan 125.000 kematian per tahun.
Wamenkes Dante menegaskan pengobatan TBC yang dijalani rutin selama satu bulan sudah membuat pasien tidak menular, sehingga stigma harus dihapus agar penanganan berjalan efektif.




