Banjir Parigi Moutong Meluas hingga 13 Desa

Tumpukan material kayu yang terseret banjir di Desa Balinggi Jatih Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Selasa (30/5/2023). (Foto: ANTARA/HO-Aswadin)

JAKARTA, KBKNEWS.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan bahwa bencana banjir banjir di kabupaten itu meluas, yang sebelumnya dilaporkan empat desa menjadi 13 desa yang terdampak.

“Dari asesmen dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Parigi Moutong, sekitar 13 desa terdampak bencana hidrometeorologi,” kata Pelaksanaan tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai dihubungi dari Palu, Kamis.

Ia menjelaskan meluasnya banjir di kabupaten itu dipicu hujan lebat yang mengguyur daerah setempat yang mengakibatkan sejumlah sungai meluap hingga menggenangi pemukiman warga.

Ke-13 desa yang dilanda banjir tersebar di tiga kecamatan, yakni Desa Ongka dan Malino, Kecamatan Ongka, Desa Bolano, Bolano Barat, Sritabaang, Lembah Bomban, Wanamukti Utara, Wanamukti, Kecamatan Bolano, Desa Lambunu Utara, Lambunu, Anutapura dan Siendeng, Kecamatan Bolano Lambunu.

“TRC terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat dan tetap melakukan asesmen lapangan,” ujarnya, dilansir Antara.

Ia mengemukakan saat ini sekitar 448 jiwa atau 112 kepala keluarga (KK) di Desa Bolano, Kecamatan Bolano, tujuh diantaranya bayi dan terpaksa mengungsi di bangunan sekolah.

Di Desa Bolano sekitar 1.357 jiwa dari 414 KK terdampak, terdiri atas 14 bayi, 90 balita, 114 warga lanjut usia (lansia), dan delapan ibu hamil.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here