Siap-siap Mudik

Sekitar 193,6 juta penduduk (71 persen) akan mudik pada musim lebaran Idul Fitri 1445H atau jauh meningkat dari 123,8 juta atau 14,8 persen dibandingkan lebaran tahun lalu.

TENTU tidak mudah bagi pemerintah untuk membuat pemudik Idhul Fitri 1445H tahun 2024 yang diperkirakan berjumlah 193,6 juta orang atau 71,3 persen dari total penduduk Indonesia melakukan perjalanan dengan lancar, aman dan nyaman.

Dipersiapkan 420 pesawat dari 13 maskapai penerbangan untuk mengangkut 4.406.641  juta pemudik diperkirakan akan terbang antara 3 – 18 April  atau H-7 hingga H+7 terdiri dari 3,594.400 penumpang domestik dan 812.241 penumpang rute int’l.

Untuk moda angkutan darat, KA masih menjadi favorit, dinaiki sekitar 44,5 juta juta pemudik (20,3 persen) disusul bus 37,4 juta pemudik (19,4 persen), kendaraan pribadi 35,4 juta pemudik (18,3 persen) dan mobil sewa 11,6 juta pemudik (enam persen).

Jumlah pemudik berkendara sepeda motor diperkirakan mencapai 31,17 juta orang(16,1 persen)  walau pemerintah telah mengimbau untuk tidak menggunakan kendaraan beroda dua itu dengan alasan keselamatan terutama untuk perjalanan jauh.

Mengacu hasil survei Lebaran 2024, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-2 Lebaran atau Senin (8/4) di mana 26,6 juta orang akan mudik, lalu  gelombang kedua pada 6 April atau H-4 Lebaran (23,2 juta orang) dan gelombang ketiga pada 7 April (H-5) berjumlah 23,1 juta orang.

Sedangkan arus balik diprediksi terjadi pada H+3 Lebaran atau Minggu (14/4) yakni sekitar 40,99 juta pemudik yang akan kembali ke perantauan di berbagai kota dan lokasi di seluruh Indonesia.

Hasil survei juga menunjukkan, sebagian besar pemudik berasal dari Jawa Timur (16,2 persen), Jabodetabek (14,7 persen), Jawa Tengah (13,5 persen), Jawa Barat slain Depok, Bogor dan Bekasi (11,8 persen) serta Sumatera  Utara 5,5 persen).

Sementara daerah tujuan mudik masih didominasi provinsi Jawa Tengah (31,8 persen), dikuti Jawa Timur (19,4 persen), Jawa Barat (16,6 persen), DI Yogyakarta (6,1 persen) dan DKI Jakarta 3,4 persen.

Selain merekayasa arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan   dengan skim satu arah secara situasional pada 5 – 7 April 2024 di ruas tol Jakarta – Cikampek- Cipali – Kalikangkung dari KM72 Tol Cipali hingga KM414 Gerbang Tol Kalikangkung.

Kepolisian juga membagi tiga klaster kerawanan yakni di jalan tol dan arteri, kerawanan di lokasi wisata dan di ruas jalan menuju pelabuhan serta menerapkan sistem satu arus dan lawan arus (contra flow) secara situasional.

Mudik dengan lancar, aman dan nyaman, sehingga selamat sampai tujuan dan kembali ke perantauan sangat didambakan oleh para pemudik walau sampai kini sepenuhnya belum kesampaian.

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here