NEW YORK – Delapan negara meminta Dewan Keamanan PBB membicarakan nasib ratusan ribu pengungsi Rohingya yang terusir dari Myanmar.
Negara-negara tersebut adalah Inggris, Perancis, Amerika, Swedia, Polandia, Belanda, Kazakhstan dan Equatorial Guinea.
AFP melaporkan, Dewan Keamanan akan bersidang Selasa (13/2/2018) depan untuk mendengarkan laporan Komisioner Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR), Filippo Grandi, tentang krisis akibat tindakan keras yang dilancarkan militer di Rakhine, Myanmar Agustus tahun lalu.
Sidang diadakan hampir tiga bulan setelah Dewan Keamanan mengeluarkan pernyataan meminta Myanmar mengendalikan aparat keamanannya dan mengizinkan pengungsi pulang ke kampung halaman mereka.
Bulan lalu Myanmar dan Bangladesh sepakat memulangkan pengungsi Rohingya itu dalam jangka waktu dua tahun. Namun PBB mengungkapkan kekhawatiran karena UNHCR tidak dilibatkan dalam kesepakatan itu.
Duta Besar Kuwait Mansour al-Otaibi mengatakan, pemerintah Myanmar menolak kedatangan utusan Dewan Keamanan ke Rakhine dengan alasan ‘waktunya tidak tepat.





