LABUAN BAJO, KBKNEWS.id — Suasana penuh kehangatan dan rasa persaudaraan menyelimuti Posko Induk Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa di Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8/2026). Seorang warga lokal Labuan Bajo bernama Qory datang berkunjung dengan membawa buah tangan istimewa berupa kain tenun Songke Manggarai sebagai bentuk apresiasi dan dukungan moral terhadap aksi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Pemberian kain tradisional kebanggaan masyarakat Manggarai tersebut diterima langsung oleh Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, yang tengah berada di posko operasional penanganan respon bencana. Pertemuan yang berlangsung akrab ini menjadi cerminan nyata dari eratnya ikatan antara lembaga kemanusiaan dan warga masyarakat lokal yang saling menguatkan.
Tenun Songke Manggarai sendiri merupakan warisan budaya adiluhung khas masyarakat Manggarai di Pulau Flores. Dibuat dengan ketelitian tinggi, kain tenun ini memiliki ciri khas warna dasar gelap yang elegan, seperti hitam pekat, yang kemudian dipadukan secara harmonis dengan hiasan garis serta corak geometris warna-warni yang sarat akan nilai-nilai filosofis dan adat setempat.
Bagi masyarakat Manggarai, Songke bukan sekadar kain pelindung tubuh maupun pelengkap busana adat semata, melainkan simbol kehormatan, doa, dan ikatan kekeluargaan yang mendalam. Penyerahan kain ini melambangkan penghormatan tulus serta ungkapan terima kasih yang mendalam dari warga atas kepedulian yang dihadirkan di tanah Flores.
Pemberian tersebut menjadi simbol dukungan penuh dari masyarakat atas dedikasi dan komitmen berkelanjutan Dompet Dhuafa dalam mendampingi warga melewati masa-masa sulit pascabencana gempa bumi yang melanda sejumlah titik di Nusa Tenggara Timur. Langkah pemulihan yang dilakukan dinilai telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak.
Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menyampaikan rasa haru dan apresiasi setinggi-tingginya atas cinderamata berharga tersebut. Menurutnya, kain ini bukan hanya sebuah karya seni tradisional bernilai tinggi, melainkan sebuah amanah cinta dan simbol persatuan yang sangat bermakna bagi seluruh insan kemanusiaan.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Dompet Dhuafa di Manggarai Barat dan wilayah NTT lainnya bukan hanya untuk menyalurkan bantuan logistik maupun memulihkan infrastruktur fisik semata, tetapi juga merawat harapan dan merekatkan kebersamaan antarsesama anak bangsa dalam bingkai kemanusiaan yang universal.
Momen penyerahan kain tenun Songke ini pun menegaskan bahwa di balik setiap ujian bencana, selalu ada jalinan solidaritas dan gotong royong yang semakin kokoh, menyatukan berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama bangkit menuju pemulihan yang lebih baik dan bermartabat.





