DEPOK – Satu hari setelah mengadakan aksi drama musikal bersama Panji Sakti, Hawa, dan Gulali Warna Indonesia, Sekolah Islam Fitrah (SIF) Al Fikri Depok kembali melakukan kolaborasi kebaikan bersama Dompet Dhuafa pada Selasa (7/1/2025), yakni dalam bincang Palestina dan Siap Siaga Bencana.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap tragedi kemanusiaan di Palestina melalui sesi berbagi pengalaman bersama Ustaz Herman Budianto, khususnya menceritakan peran relawan Dompet Dhuafa dalam menyalurkan bantuan ke wilayah tersebut.
Selain itu, program ini juga menghadirkan edukasi mitigasi kebencanaan yang dipandu oleh tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, memberikan wawasan penting kepada peserta mengenai langkah-langkah menghadapi potensi bencana secara efektif dan mitigasinya.
Para peserta yang hadir antara lain siswa dan siswi kelas 7, 8, dan 9 SMPIF Al Fikri dan para guru. Pada sesi pertama para peserta menyimak secara antusias terkait konflik antara Palestina dan zionis Israel telah berlangsung selama puluhan tahun, berakar dari klaim wilayah yang saling bertentangan sejak berdirinya negara Israel pada tahun 1948.
Dalam sesi Talkshow yang bertajuk “Palestina: Negeri yang Terus Berjuang”, Ustaz Herman yang pernah bertugas menjadi relawan kemanusiaan di Palestina menceritakan pengalamannya, ketika membantu menyalurkan bantuan kemanusiaan yang dititipkan masyarakat melalui Dompet Dhuafa hingga menyaksikan secara langsung penderitaan yang dialami masyarakat Palestina.
Setelah sesi talkshow, dilanjutkan dengan Workshop Mitigasi Bencana yang bertajuk “Siap Siaga dan Evakuasi dalam Menghadapi Bencana” yang dipandu oleh Achmad Lukman sebagai Manager Pusat Pendidikan Pelatihan Kebencanaan DMC Dompet Dhuafa.
Selain menerima materi teori, siswa juga mengikuti simulasi praktik yang melibatkan guru dan pihak sekolah lainnya. Kegiatan ini dirancang agar seluruh elemen sekolah memahami langkah-langkah mitigasi secara menyeluruh, sehingga dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan tanggap terhadap risiko bencana.





