Situasi Terkini Gunung Ruang: Status Awas, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi

Gunung Ruang di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara masih mengeluarkan asap vulkanik, Jumat (19/4/2024). (Foto: Basarnas)

MANADO – Badan Geologi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Ruang di Kabupaten kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), tetap tinggi setelah erupsi besar pada 30 April 2024.

Menurut Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, asap masih terlihat berwarna putih dan kelabu dengan intensitas yang bervariasi, mencapai tinggi 100 – 700 meter di atas puncak. Hal ini, kata Wafid, menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Ruang masih tinggi.

Potensi bahaya saat ini mencakup erupsi yang dapat menghasilkan awan panas, material pijar yang terlempar, serta abu vulkanik yang tersebar tergantung pada arah dan kecepatan angin, serta lahar jika hujan deras turun di sekitar Gunung Ruang.

“Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, aktivitas vulkanik Gunung Ruang masih tinggi dan ditetapkan pada Level IV, Awas,” kata Wafid di Manado, Selasa (7/5/2024).

Selama periode 1-6 Mei 2024, terjadi dua kali gempa erupsi, 77 kali gempa vulkanik dangkal, dan 17 kali gempa vulkanik dalam, serta beberapa gempa tektonik lokal dan jauh, dan gempa tremor menerus.

Erupsi pertama terjadi pada 1 Mei 2024 pukul 17.43 WITA dengan tinggi kolom abu mencapai ± 600 meter di atas puncak. Sementara erupsi kedua terjadi pada 2 Mei 2024 pukul 16.12 WITA dengan kolom asap berwarna putih kelabu dengan tinggi 300 meter yang condong ke arah utara.

“Kegempaan tanggal 7 Mei 2024 sampai pukul 06.00 WITA terekam sebanyak tujuh kali gempa tektonik jauh dan tremor masih terekam melalui stasiun RUA4,” tuturnya.

Gunung Ruang mengalami sejarah erupsi sejak 1808 dengan interval erupsi berkisar antara satu hingga 30 tahun. Erupsi terakhir sebelum tahun 2024 terjadi pada 2002, yang merupakan erupsi eksplosif yang menyebabkan kerusakan lahan dan pemukiman serta mengakibatkan pengungsian penduduk.

Erupsi Gunung Ruang pada 2024 dimulai pada 16 April setelah terjadi peningkatan aktivitas gempa yang signifikan. Statusnya naik secara bertahap dari Waspada menjadi Siaga, dan akhirnya mencapai Awas.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here