JAKARTA – Sejumlah masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah Sodetan Ciliwung, Jakarta, berharap kejadian banjir yang belasan tahun dirasakan ketika musim hujan bisa teratasi dengan diresmikannya sodetan oleh Presiden Joko Widodo, Senin (31/7).
“Kalau warga memang mengharapkan gimana supaya di wilayah Bidara Cina ini enggak terjadi banjir terus, tiap tahun selalu banjir,” ujar seorang warga Kelurahan Bidara Cina bernama Urip Yanto, dilansir Antara.
Yanto yang menetap di Bidara Cina sejak tahun 1988 berharap sodetan bisa mengurangi banjir dan mengurangi potensi meluapnya Sungai Ciliwung.
Sebagai informasi, Sodetan Ciliwung dibangun untuk mengalirkan sebagian debit banjir dari Sungai Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur (KBT). Tidak hanya sebagai pengendali banjir, kawasan tersebut juga dilengkapi sejumlah fasilitas umum seperti taman bermain, tempat kebugaran luar ruangan, toilet umum, plaza air mancur, hingga warung UMKM.
Warga Kelurahan Kebon Baru Marwati, yang tinggal tepat di seberang Sodetan Ciliwung mengaku senang dengan hadirnya fasilitas tersebut. Marwati menilai infrastruktur dari sodetan tersebut juga bisa menjadi fasilitas publik yang bermanfaat bagi warga sekitar.
“Alhamdulillah senang banget Pak. Ini baru kali ini saya datang, bagus sekali (fasilitasnya) jadi anak-anak nanti ke sini semua betah, untuk bermain warga, biar enggak suntuk gitu,” ujar Marwati.
Pada Senin Presiden Joko Widodo meresmikan Sodetan Ciliwung di Inlet Sodetan Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur. Jokowi mengatakan keberadaan Sodetan Ciliwung setidaknya dapat mengurangi 62 persen masalah banjir di Ibu Kota DKI Jakarta.
Namun masih 38 persen masalah banjir di Ibu Kota yang harus diselesaikan Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Presiden Joko Widodo menyebutkan pekerjaan sodetan Ciliwung yang dimulai sejak 11 tahun lalu sempat terhenti karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak menyelesaikan pembebasan lahan.





