Soleimani Tewas, Iran Akan Abaikan Perjanjian Nuklir 2015

Ilustrasi/ Reuters

TEHERAN – Iran mengatakan tidak akan menghormati batasan yang ditetapkan dalam perjanjian nuklir tahun 2015, meski tetap terbuka untuk negosiasi denganĀ  Eropa.

Dalam hal ini Iran menyatakan tidak akan lagi mematuhi batas pengayaan dalam perjanjian nuklirnya dengan kekuatan dunia setelah jenderal utamanya tewas dalam serangan udara oleh Amerika Serikat pada hari Jumat.

Pengumuman hari Minggu iini berarti Iran mengabaikan ketentuan-ketentuan utama dari perjanjian itu, yang dinegosiasikan antara Iran, lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, dan Jerman,Ā  yang mencegahnya dari memiliki cukup bahan untuk membuat senjata atom.

Namun Iran bersikeras dalam siaran televisi negara untuk tetap terbuka untuk negosiasi dengan mitra Eropa, yang sejauh ini tidak dapat menawarkan cara Teheran untuk menjual minyak mentahnya di luar negeri meskipun ada sanksi AS.

Namun, pengumuman tersebut merupakan ancaman proliferasi nuklir paling jelas yang pernah dibuat oleh Iran sejak Presiden Donald Trump secara sepihak menarik diri dari perjanjian pada Mei 2018.

Hal ini juga semakin meningkatkan ketegangan regional, karena musuh lama Iran, Israel telah berjanji untuk tidak pernah mengizinkan Iran untuk dapat menghasilkan bom atom.

Sebagai tanggapan, para pemimpin Perancis, Jerman dan Inggris mendesak Iran untuk mematuhi perjanjian.

“Kami menyerukan Iran untuk menarik semua langkah yang tidak sejalan dengan perjanjian nuklir,” ujar Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama.

Pengumuman Iran datang setelah pejabat Iran lainnya mengatakan akan mempertimbangkan untuk mengambil langkah lebih keras atas pembunuhan AS terhadap Jenderal Qassem Soleimani pada hari Jumat.

TV pemerintah Iran mengutip pernyataan pemerintah Presiden Hassan Rouhani yang mengatakan negara itu tidak akan mengamati pembatasan pengayaannya, jumlah uranium yang diperkaya yang ditimbun serta penelitian dan pengembangan dalam kegiatan nuklirnya.

“Pemerintah Republik Islam Iran dalam pernyataannya mengumumkan langkah kelima dan terakhirnya dalam mengurangi komitmen Iran di bawah JCPOA,” kata seorang penyiar TV negara, dipantau Aljazeera. “Republik Islam Iran tidak lagi menghadapi batasan dalam operasi.”

Sementara itu Badan Energi Atom Internasional, pengawas PBB yang mengamati program Iran, tidak segera menanggapi pernyataan Iran.

Advertisement