JAKARTA – Selama Ramadan, umat Islam diwajibkan untuk berpuasa dengan menahan lapar dan dahaga selama lebih dari 12 jam. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan yang cukup, dan kebutuhan vitamin harian pun bisa tidak terpenuhi dengan baik.
Selain itu, peningkatan aktivitas ibadah serta kebiasaan bangun di tengah malam untuk makan sahur dapat menyebabkan pola tidur menjadi tidak teratur.
Kondisi tersebut berisiko mengganggu kesehatan jika tidak diatasi dengan baik. Oleh karena itu, memahami serta menerapkan panduan menjaga kesehatan selama Ramadan menjadi hal yang penting agar tubuh tetap bugar dan ibadah dapat dijalankan dengan optimal.
Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, seorang dokter spesialis penyakit dalam dari RSCM Kencana, memberikan sejumlah tips agar tubuh tetap sehat dan bugar selama menjalani ibadah puasa.
“Ayo semangat jangan sampai kita tidak produktif bahkan tidak mendapat hikmah sehat saat selesai puasa Ramadan nanti,” kata Ari dilansir dari Antara.
1. Pentingnya Memenuhi Kebutuhan Cairan
Salah satu hal utama yang ditekankan oleh Ari adalah memastikan tubuh tetap terhidrasi hingga waktu imsak. Meminum air dalam jumlah cukup sangat penting untuk mencegah dehidrasi, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas padat selama berpuasa.
2. Sahur dengan Makanan Bergizi Seimbang
Meskipun hanya dalam jumlah sedikit, makanan yang dikonsumsi saat sahur harus tetap mengandung gizi yang seimbang.
Menu sahur sebaiknya terdiri dari karbohidrat seperti nasi atau kentang, serta sumber protein dan lemak dari telur, ikan, atau daging ayam.
Sebisa mungkin, makanan yang dikonsumsi dalam bentuk rebusan lebih disarankan dibandingkan makanan yang digoreng atau bersantan.
Selain itu, jangan lupa menambahkan buah dan sayuran dalam menu sahur untuk melengkapi kebutuhan serat dan vitamin tubuh.
Untuk mencegah masalah pencernaan seperti refluks asam lambung, disarankan untuk tidak langsung tidur setelah makan sahur. Jika perlu beristirahat, sebaiknya gunakan bantal yang lebih tinggi untuk menjaga posisi tubuh tetap nyaman.
3. Buka Puasa dengan Menu yang Tepat
Saat berbuka puasa, Ari merekomendasikan untuk memulai dengan makanan manis alami seperti buah-buahan.
Salah satu cara mengonsumsinya adalah dengan mengolahnya menjadi jus. Alternatif lain adalah dengan meminum teh manis encer dan makan tiga butir kurma.
“Boleh ditambah satu buah kue kecil, kemudian baru lanjut salat Magrib,” katanya.
4. Mengontrol Porsi Makan Malam
Saat menyantap makanan utama setelah salat Magrib, sebaiknya jumlah porsi tetap seperti biasa dan tidak berlebihan. Hindari kebiasaan makan dalam jumlah besar sekaligus serta batasi konsumsi makanan yang berminyak dan berlemak tinggi, terutama gorengan.
Sayur dan buah juga menjadi bagian penting dalam menu makan malam karena mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
5. Memastikan Asupan Cairan yang Cukup
Agar tubuh tetap terhidrasi, usahakan mengonsumsi 8-10 gelas air putih per hari dengan pembagian sebagai berikut:
- 4 gelas dari waktu berbuka hingga sebelum salat tarawih.
- 2-3 gelas setelah salat tarawih.
- 2-3 gelas dari waktu bangun sahur hingga imsak.
Dengan menjaga pola makan yang seimbang, menghindari makanan yang kurang sehat, dan mencukupi kebutuhan cairan, tubuh dapat tetap sehat dan bugar selama menjalani ibadah puasa.





