Stres dan Konflik Mengintai di Balik Tren Berburu Koin Jagat

Ilustrasi Koin Jagat. (Foto: Ist)

JAKARTA – Psikolog Klinis dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPTUI), Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., mengungkapkan bahwa fenomena permainan berburu harta karun “Koin Jagat” dapat memicu stres, baik positif maupun negatif.

“Perburuan koin ini bagaimanapun menciptakan stres, baik itu stres positif (eustress) karena jadi semangat mencari, ataupun stres negatif (distress) karena jadi tak bisa memikirkan yang lain selain mencari koin,” kata Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psikolog, Psikoterapis, dilansir dari Antara.

Nina menjelaskan bahwa permainan ini bisa membuat pemain melupakan tugasnya atau kesulitan berkonsentrasi pada aktivitas penting lainnya.

Namun, ada juga dampak positif dari permainan ini, seperti meningkatnya kreativitas dan ketangguhan pemain.

“Orang juga jadi kreatif untuk mencari, jadi berpikir ide lokasi atau cara untuk menemukan koin. Kemudian, ketangguhan juga jadi teruji, jika tak langsung menemukan koin, ia berusaha mencari di lokasi lain. Adanya perburuan ini juga menciptakan harapan, dan ini hal positif ketika banyak orang merasa hidupnya tak ada harapan,” terang Nina.

Namun, Nina juga menyoroti dampak negatif yang muncul, seperti kerusakan fasilitas umum akibat perilaku pemain. Ia menyebutkan bahwa banyak pemain mengabaikan peringatan yang sudah tertera di aplikasi, misalnya larangan masuk ke area terlarang atau membongkar fasilitas publik.

“Setahu saya, untuk perburuan koin itu sudah ada peringatan-peringatannya, kan, ya. Misalnya, koin tak akan ditemukan di tempat terlarang untuk dimasuki, dan tidak perlu membongkar sesuatu. Namun, memang banyak orang literasinya rendah, malas membaca, jadi tidak paham bahwa dia tak perlu merusak fasilitas umum,” ucap Nina.

Selain itu, permainan ini bisa mendorong pemain menjadi egois dan emosional, hanya mementingkan keuntungan pribadi tanpa mempedulikan dampak bagi masyarakat.

Nina juga mengungkapkan bahwa pertengkaran antara pemain yang berebut koin bisa terjadi, yang menambah dampak negatif dari fenomena ini.

Ia berharap pihak pengembang aplikasi “Jagat” bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak keamanan untuk mengantisipasi kemungkinan perusakan fasilitas umum atau konflik antar pemain.

“Kerja sama tersebut bisa dicegah kemungkinan terjadinya pertengkaran atau perusakan oleh anggota masyarakat tidak bertanggung jawab atau mereka yang mengikuti kegiatan ini namun dilakukan secara emosional,” tuturnya.

Permainan “Koin Jagat” merupakan bagian dari aplikasi Jagat, di mana pengguna dapat berburu koin yang dapat ditukar dengan hadiah jutaan rupiah. Permainan ini sempat viral di Jakarta pada Desember 2024.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here