BANTEN – Gempa yang mengguncang Lebak, Banten pada Minggu (25/2) malam tidak menyebabkan kerusakan di pemukiman warag yang berada di pesisir.
Jaro Erwin, tokoh masyarakat Bayah Kabupaten Lebak mengatakan jika warganya merasakan getaran gempa bermagnitudo 5,7 tersebut. “Kami malam ini bersama warga lainnya seperti biasa dan tidak panik adanya gempa bumi itu,” kata Jaro Erwin yang juga mantan Kepala Desa Sawarna Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak.
Masyarakat pesisir pantai Kabupaten Lebak mulai dari Bayah, Panggarangan, Cihara hingga Binuangeun yang berdekatan dengan pusat gempa berkekuatan 5,7 relatif aman dan seperti biasa melakukan kegiatan pada malam hari.
Edi Junaedi, warga lainnya mengatakan bahwa masyarakat di daerah Bayah dan sekitarnya relatif merasa aman dan tidak panik menghadapi gempa, yang oleh warga setempat sudah menjadi hal biasa.
“Kami malam ini masih berjualan makanan dan tidak ketakutan adanya gempa susulan,” katanya, dikutip Antara.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama juga mengatakan pihaknya hingga kini belum menerima laporan adanya kerusakan rumah maupun infrastruktur.
Gempa yang berlokasi di 7.61 LS,105.90 BT, 85 km Barat Daya di Bayah dengan kedalaman 10 km itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Getaran gempa itu cukup kencang hingga dirasakan di Rangkasbitung hingga sejumlah daerah di Jawa Barat, termasuk Jakarta.





