Sudah Sepuluh Tahun Warga Enggano Mengalami Krisis Air Bersih

Ilustrasi kekeringan

BENGKULU – Sepuluh tahun sudah ribuan masyarakat di pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, mengalami krisis air bersih, karena air sumurnya mengandung kapur.

“Air sumur disini (Enggano) rata-rata mengandung kapur. Jadi, jika ingin dijadikan air minum atau untuk memasak air mesti diendapkan satu hari satu malam agar kapur turun ke permukaan,” kata Niko Diamus, warga Desa Malakoni, Kecamatan Enggano, Minggu (14/8/2016).

Dia melanjutkan hanya jika sedang dilanda hujan saja masyarakat Enggano dapat menampung air dan digunakan untuk air minum dan masak.

Menurutnya kondisi ini karena pengaruh air laut, “Kondisi ini sudah lama terjadi. Air mengandung kapur itu karena pulau ini di kelilingi laut,” jelas Niko, seperti dilansir Okezone.

Meskipun saat ini di pulau Enggano sudah ada isi ulang air galon. Hanya saja, kata dia, isi ulang air mineral itu mesti dibayar oleh masyarakat setempat sebesar Rp3 ribu. Air galon itu, terdapat saringan untuk mengolah air menjadi bersih dan layak untuk dikonsumsi.

“Ada yang beli air galon. Ada juga yang hanya mengandalkan air sumur mengandung kapur,” ungkapnya.

Atas hal ini ia berharap pemerintah dapat membantu dari segi alat untuk mengolah air sumur mengandung kapur menjadi air layak untuk di konsumsi.

Advertisement