Suku Baduy Prihatin Dengan Tindakan Anarkis Bangsa Indonesia

Ilustrasi Kampung Baduy/ Foto: Pegipegi.com

LEBAK – Masyarakat Baduy yang selama ini hidup dengan penuh cinta damai merasa prihatin dengan banyaknya tindakan kekerasan dan anarkisme yang kerap terjadi di bangsa ini.

“Kami melihat bangsa ini sangat memalukan dengan adanya kekerasan dan tindakan anarkisme,” demikian Tetua Adat Baduy, Saidja, mengemukakan pendapatnya pada Sabtu (14/5/2016).

Hal tersebut diungkapkannya dalam menanggapi aksi kekerasan yang kerap terjadi karena dipicu ketidakpuasaan terhadap penyelenggaraan pemilihan kepala daerah, unjuk rasa mahasiswa, buruh, dan juga masalah sengketa tanah adat.

Menurut dia, tindakan kekerasan dilarang oleh semua agama karena merugikan masyarakat juga berdampak terhadap kegiatan umum, terutama ekonomi.

“Kami berharap pada Pilkada Banten 2017 tidak ada tindakan anarkisme yang bisa merugikan masyarakat,” katanya.

Ia pun mengungkapkan jika masyarakat Baduy yang tinggal di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, hingga kini aman, kondusif, serta terbebas dari narkotika dan bahan obat berbahaya (narkoba).

Selama ini belum pernah terjadi peredaran narkoba maupun kekerasan seksual terhadap anak-anak di wilayahnya, bahkan warga Baduy tidak ada yang terlibat hukum, termasuk penganiayaan maupun pencurian.

Kedamaian tercipta karena masyarakat Baduy sejak dulu mengutamakan budaya damai tanpa kekerasan dalam kehidupan sehari-hari, dan mencintai Tanah Air dengan menjalin kerja sama melibatkan aparat pemerintah daerah Banten.

Salah satu bentuk silatuhrami masyarakat Baduy dengan pemerintah adalah menggelar perayaan tradisi Seba, yakni menyerahkan berbagai hasil panen secara simbolis ke Kantor Gubernur Banten setiap tahun.

Pada perayaan tradisi Seba itu masyarakat menyerahkan hasil bumi, seperti beras huma, pisang, gula aren, petai dan ketan ke pimpinan Pemerintah Provinsi Banten. “Penyerahan hasil bumi merupakan bentuk wujud syukur atas penghasilan bumi selama setahun,” katanya.

Tetua adat yang juga berperan sebagai Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, itu mengatakan bahwa penduduk Baduy berjumlah 11.345 jiwa dari 3.465 kepala keluarga (KK) memiliki 65 kepala rukun tetangga (RT), sebanyak 13 kepala rukun warga (RW) dan 96 pimpinan lembaga adat yang kondusif menjaga budaya. (Sumber: Antara)

Advertisement