PACITAN – Program pembuatan sumur pertama untuk wilayah Madiun, Ponorogo dan Pacitan dilaksanakan di Dusun Ngasem Desa Gombong Kecamatan Arjosari Pacitan, Jawa Timur
General Manajer Wakaf Dompet Dhuafa, Bobby Manulang mengatakan, proyek ini berbasis dana dari wakaf masyarakat, Arjosari ini adalah salah satu dari puluhan sumur yang dibangun oleh Dompet Dhuafa.
“Alhamdulillah pada bulan Agustus yang lalu. Proyek ini bekerja sama juga dengan Bank Danamon Syariah. Jadi kita melakukan crowdfunding dengan nasabah Danamon Syariah. Dan hasil kita persembahkan dengan bentuk sumber air bersih,’ ujar Bobby, Selasa (25/10/2022)
Proyek air di Dusun Ngasem ini, cukup lengkap, mulai dari tandon air, pompa distribusi dan kran di berbagai titik yang bisa langsung digunakan oleh masyarakat
“Alhamdulillah proyek ini sudah diresmikan oleh pimpinan Bank Danamon Syariah pada Bulan Agustus yang lalu. Dan proyek pembuatan tandon air ini menghabiskan dana sekitar 120 Juta” imbuh Bobby.
Penerima manfaat, Lulut Pribadi menyampaikan pembuatan tandon air mengambil titik di tengah-tengah desa hal ini bermanfaat bagi penduduk yang membutuhkan
“Kenapa kita membuat tandon air ini di tengah-tengah, bagi desa yang terletak di atas, dapat mengambil air secara langsung disini sedang desa yang terdekat disalurkan dengan menggunakan pipa mandiri,” tutur Lulut
Lulut menambahkan, penggunaan manfaat dari proyek pengadaan air bersih ini sebanyak 55 KK di dusun Ngasem.
“Sebenarnya kapasitas pemakaian bisa lebih dari itu (55 KK) namun karena saat ini musim penghujan jadi belum banyak masyarakat yang menggunakannya,” jelas Lulut
Sumber air di tandon ini berasal dari sumber di atas. Apabila datang musim kemarau kita mengambil dari sumur.
“Untuk kapasitas tandon air ini sendiri adalah 24.000 Liter. Untuk kedalaman sumur sekitar 12 Meter,” tandasnya
Salah satu penerima manfaat, adik kecil Rofi bahtiar 11 tahun bersama ayahnya yang tuna netra ketika diwawancarai mengatakan kalau sebelum ada sumur wakaf bisa sampai 15 menit mengambil air, kemudian kalau sekarang lebih cepat, ia mengambil 1 kali per hari untuk minum dan mandi.
Turgadi (70) mengambil air bisa sampai 4 atau 5 derijen kecil, air tersebut ia gunakan untuk solat dan mandi.





