Super Flu Jangan Dianggap Remeh

Sampai akhir Desember lalu, Kemenkes mencatat 62 orang terpapar infeksi Influenza A Subklade K Super Flu (H3N2) terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Jawa Barat . (ilustrasi: Kompas)

LONJAKAN kasus influenza A (H3N2) Subclade K atau dikenal dengan Super Flu terjadi di Amerika Serikat, menewaskan 3.000 orang dan memapar sekitar 81.000 orang hingga akhir Desember lalu (data: Centers for Disease Control and Prevention – CDC)

Di Indonesia, menurut catatan Kementerian Kesehatan, sudah 62 orang terinfeksi Super Flu, terbanyak di Jawa Timur,  Kalimantan Selatan dan Jawa Barat.

Gejala Super Flu sama halnya dengan infeksi saluran pernapasan lainnya yakni demam, batuk, pilek, atau sesak napas, terutama kelompok rentan (anak-anak dan lansia).

Yang melegakan, stok vaksin influenza yang tersedia,  dilaporkan masih efektif untuk mencegah risiko Super Flu  menjadi parah hingga menyebabkan kematian.

Namun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai peningkatan kasus influenza yang menjadi penyebab infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) termasuk Super Flu di tengah musim penghujan saat ini.

Julukan Super Flu sendiri muncul disebabkan virus tersebut menular dengan sangat cepat, terutama di daerah bersuhu dingin.

Gejala Super Flu mulai dari yang ringan, ditularkan melalui droplet batuk, bersin, atau kontak langsung dengan cairan pernapasan orang yang terinfeksi.

Penularan Super Flu terjadi dengan cepat.  Satu orang bisa menularkan dua sampai tiga orang di sekitarnya,” ungkap Dr. dr. Nastiti Kaswandani Sp.A(K), anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi seperti dikutip  Kompas.com.

Tips mencegahnya 

Sementara dr Dessy Tri Pratiwi di Puskesmas Sibela, Surakarta mennginformasikan sejumlah tips dan cara agar seseorang tidak mudah tertular penyakit Super Flu.

Hal pertama yang penting untuk dilakukan menurut Dessy adalah agar setiap orang melakukan vaksinasi Influenza tahunan. “Lakukan vaksinasi Influenza tiap tahun,” kata Dessy.

Lalu, lakukan langkah 3M (memakai masker di tempat umum, menjaga jarak terdekat satu meter dari orang yang sakit, dan rutin mencuci tangan dengan sabun) .

Kemudian, menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat juga tak kalah penting.  “Konsumsi makanan bergizi seimbang, minum air putih yang cukup, dan istirahat minimal 7–8 jam setiap malam,” tambah Dessy.

Menjaga kebersihan termasuk salah satu aspek penting agar tidak mudah tertular virus flu. Dessy mengingatkan agar selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Bersihkan permukaan benda yang sering disentuh, seperti gagang pintu dan ponsel, menggunakan disinfektan,” ungkap Dessy.

Kebersihan area wajah

Tak hanya lingkungan sekitar, area wajah pun juga penting untuk dijaga kebersihannya. Dessy mengingatkan untuk tidak menyentuh area wajah kecuali dengan tangan bersih.

“Jangan menyentuh area mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan, karena virus masuk ke tubuh melalui membran mukosa tersebut,” jelas Dessy.

Apabila seseorang sedang batuk dan bersin, Dessy mengingatkan untuk menutup mulut dan hidung demi mencegah penularan.

“Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin guna mencegah penyebaran droplet. Segera isolasi mandiri di rumah jika  sedang sakit untuk memutus rantai penularan di tempat kerja atau sekolah,” ujar Dessy.

IDAI juga mengingatkan masyrakat agar tidak meremehkan Super Flu, karena bisa berpotensi menjadi epidemi, walau  Kemenkes RI menegaskan, perkembangannya di Indonesia hingga akhir 2025 masih aman dan terkendali.

Varian ini tidak menunjukkan tingkat keparahan lebih tinggi dibanding Subclade influenza lainnya yang beredar di level global.

Waspada! dan patuhi protokol kesehatan M3 agar wabah Super Flu tidak meluas. (kompas.com/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here