Tablig Akbar Cordofa: Setiap Orang adalah Dai bagi Dirinya Sendiri

JAKARTA – Kasus Covid-19 di Indonesia semakin hari terus meningkat. Tercatat hari ini, Rabu (16/9/2020), total kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 228.993. Sementara, total pasien sembuh 164.101 orang. Dan, total kasus meninggal sebanyak 9.100 orang.

Dalam upaya meredam masyarakat agar tetap tenang dan merenungkan kembali seluruh pengalaman yang terjadi di Indonesia, Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) mengadakan Tablig Akbar Online yang disiarkan langsung dari kantor Cordofa yang beralamat Ciputat Mega Mal Blok D-01 Jalan Ir H Juanda No 34, Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, melalui aplikasi Zoom dan kanal YouTube Cordofa TV, Selasa (15/9/2020).

Tablig akbar bertajuk ‘Semangat Tahun Baru Islam dalam Proyeksi Dakwah dan Penguatan Ekonomi Umat’, mengajak umat Islam yang berada di Indonesia maupun di luar negeri bersama-sama saling menguatkan satu sama lain.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, semua orang menjadi kesulitan dan berdampak besar bagi mereka-mereka yang berada di bawah garis kemiskinan.

“Sepanjang pengalaman dakwah Nabi Muhammad SAW, dari kota kelahirannya hingga kota yang menjadi tempat peristirahatannya, Nabi selalu menjadi suri tauladan yang patut dikagumi,” jelas Ahmad Shonhaji, Direktur Dakwah, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Dompet Dhuafa dalam pembukaan khotbahnya.

Lewat cobaan dan ujian yang dihadapi, membuat Nabi Muhammad SAW memiliki mental dan kepribadian yang kuat. Namun, tetap menunjukkan keramahan yang menjadi salah satu ciri khasnya.

“Sepanjang perjalanan hijrahnya dari Makkah ke Madinah, kita juga bisa memetik poin ajaran yang penting lainnya, yakni dalam berdakwah, kita harus membangun jaringan dan kekerabatan,” katanya.

Ahmad Pranggono, Senior Officer Dakwah Dompet Dhuafa yang menjadi penceramah kedua, menambahkan bahwa Rasulullah dalam perjalanan hijrah dan dakwahnya tidak hadir begitu saja. Beliau melihat potensi, potensi keumatan yang belum terasah dengan baik.

Sehingga, dalam berdakwah, beliau selalu menyiapkan strategi-strategi. Agar, dalam dakwahnya tidak menimbulkan hal-hal yang tidak dinginkan dan berdampak buruk pada masyarakat.

“Apa strateginya? Menciptakan persaudaraan muhajirin dan anshor. Kita perlu orang-orang yang setia dengan kita. Kemudian, mereka menciptakan pasar baru tapi tidak membuat segmen baru. Melainkan membuat pasar alternatif. Sehingga, hal ini tidak mengganggu pasar-pasar lainnya. Dengan demikian, salah satu strateginya ialah aliansi kerja sama tanpa saling menyakiti: memberi kedamaian bagi semua,” jelasnya.

Mahir Muhammad Sholeh, yang pernah menjadi Dai Ambassador Dompet Dhuafa pada penugasan di Tiongkok, juga meng-amin-kan pernyataan penceramah sebelumnya.

“Seperti yang sudah dikatakan oleh guru dan senior saya dalam belajar di Dompet Dhuafa. Bahwa, terlepas apapun profesi kita, kita sebenarnya adalah pendakwah, kita adalah pengajak. Bukan seorang juru hakim. Di sinilah pentingnya landasan ilmu, jangan sampai ‘membebek’. Dengan demikian, hal ini akan membangun persatuan di tengah perbedaan yang ada. Karena yang paling penting ialah kebersamaan dalam berdakwah,” papar Mahir.

Melalui tablig akbar ini, Cordofa juga membuka bagi mereka yang ingin tergabung menjadi pendakwah Cordofa. Adapun program yang sedang dibuka adalah Dai Pemberdaya, program dakwah bagi wilayah pendalaman, pelosok, dan perbatasan daerah di Indonesia.

Para Dai juga diimbau untuk mengajak dan membantu masyarakat memberdayakan potensi alam yang ada atau belum terasah dengan baik. Hal ini akan sangat bermanfaat bila mempertimbangkan kondisi Indonesia yang sedang dilanda Covid-19.

Pendaftaran akan ditutup pada 22 Oktober 2020 mendatang. Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut bisa klik tautan berikut https://cordofa.org/dai-pemberdaya/

Advertisement