JAKARTA, KBKNEWS.id – Hari ini, Jumat (27/6) bertepatan dengan 1 Muharram 1447 Hijriah, atau disebut sebagai tahun baru Islam.
Tahun baru hijriyah diperingati agar umat Islam mampu mengambil i’tibar (pelajaran) dari peristiwa tersebut. Peristiwa sejarah hijrah sendiri mengandung makna bahwa umat Islam bisa melakukan perjalanan fisik dari satu daerah ke daerah lain. Hijrah fisik menjadi pilihan manakala di tempat lama umat Islam kesulitan mengembangkan inovasi, kreasi dan membangun peradabannya.
Bulan Muharram bagi umat Islam dipahami sebagai bulan Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, yang sebelumnya bernama “Yastrib”. Meski sebetulnya kejadian hijrah Rasulullah tersebut terjadi pada malam tanggal 27 Shafar dan sampai di Yastrib (Madinah) pada tanggal 12 Rabiul awal.
Namun pemahaman bulan Muharram sebagai bulan Hijrah Nabi, karena bulan Muharram adalah bulan yang pertama dalam kalender Qamariyah yang oleh Umar bin Khattab, yang ketika itu beliau sebagai khalifah kedua sesudah Abu Bakar, dijadikan titik awal mula kalender bagi umat Islam dengan diberi nama Tahun Hijriah.
Diharapkan, dengan setiap datangnya tahun baru Islam ini, setiap umat bisa terus melakukan hijrah dari tahun ke tahun untuk menjadi prribadi yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, dengan terus meningkatkan iman dan taqwa kepada Rabb nya.





