Tak Direspon Pemda Karawang, Serikat Tani Teluk Jambe Lakukan Longmarch

Petani Teluk Jambe, Karawang, Long March di Jakarta, 20 Maret 2017. Foto: Jun Aditya/KBK

JAKARTA (KBK) – Hari ini ratusan masa yang tergabung dalam Serikat Tani Teluk Jambe, Karawang, Jawa Barat lakukan longmarch di Jakarta.

Toto Nawoto salah seorang peserta aksi mengungkapkan kegiatan longmarch dilakukan dari gedung PP Muhammadiyah menuju Panti Asuhan Muhammadiyah Tanah Abang sebagai bentuk rasa kekecewaan akibat aspirasinya tidak di dengar oleh Pemda Karawang dan Pemerintah Pusat kendati pada minggu lalu telah melakukan penyampaian pendapat di depan Istana Merdeka, Jakarta.

“Tuntutan kami adalah supaya kami petani miskin bisa kembali ke kampung halaman dan hidup normal. Kami sudah terusir dari rumah kami, kalau mau pulang saya juga tak tahu mesti kemana,” ungkap Toto di Jakarta, Senin (20/3/2017).

Aksi longmarch yang sebagian besar diikuti oleh ibu-ibu, anak kecil dan lansia tersebut mendapat kawalan ketat dari kepolisian. Toto berujar sejak 5 hari tiba di Jakarta, petani Serikat Tani Teluk Jambe yang merupakan korban penggusuran PT. Pertiwi Lestari, hidup terlantar. Untuk sekedar merebahkan tubuh para petani korban gusuran yang berjumlah 217 orang itu menumpang di gedung PP Muhammadiyah, begitu juga dengan urusan perut.

“Aksi ini adalah sebagai kelanjutan aksi protes agar pemerintah menuntaskan konflik agraria Teluk Jambe,” ucap mantan petani jeruk itu yang memboyong 2 anaknya dalam aksi long march.

Toto berujar selain tak lagi memiliki rumah, ia enggan kembali ke kampung halamannya karena kerap mendapatkan intimidasi dari aparat setempat.

“Kami sempat di tempatkan di Islamic centre, lalu dipindahkan ke Rusun Adiarsa oleh Pemkab Karawang. Di sana saya diberi modal untuk jualam kopi keliling tapi tak ada hasilnya. Cuma capai saja, oleh karena itu kami kembali kesini untuk menuntu keadilan dimana tanah kamk direbut dan kerap mendapat intimidasi,” jelas Toto.

Advertisement