BANDUNG -Yayah (46 tahun) dan kedua anaknya terpaksa tinggal di pos satpam berukuran 2,5 m x 1 m bersama keluarganya di Jl Cipedes, Kelurahan Gegerkalong, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, karena ia tak sanggup membayar kontrakan dan diusir pemiliknya.
Yayah masih memiliki suami yakni Didi (52) namun Didi didiagnosa memiliki penyakit asma akut. Pria yang berprofesi sebagai supir angkutan umum jurusan sukajadi-ciroyom itu juga, mengidap penyakit hernia sehingga harus operasi dan tidak bisa lagi bekerja seperti biasanya.
“Sejak di usir dari kontrakan, saya meminta izin kepada pak RT untuk tinggal di pos satpam ini. Karena, saya tidak mempunyai uang untuk menyewa kamar kontrakan,” ujar Yayah yang memiliki lima orang anak hasil pernikahannya dengan Didi (52).
Kini ia dengan dua anaknya Ade Yadi (28) dan Sandy (17). Sementara, anaknya yang lain Aldi (21), Diana (18), dan Faisal (14) tinggal bersama bapaknya Didi yang menumpang di tempat berbeda-beda.
Kehidupan pahit keluarga ini telah sampai ke Pemerintah Kota Bandung dan akhirnya melalui Dinas Sosial Kota Bandung, mereka langsung diberikan rumah singgah sementara bagi keluarga Yayah.
Menurut Kepala Dinas Sosial Kota Bandung Tono, mendengar ada warganya yang kesulitan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan camat Sukajadi, untuk langsung menyambangi tempat tinggal Yayah. “Alhamdulillah kemarin saya dan tim langsung turun berserta camat Sukajadi untuk menemui Yayah, dan langsung saya tangani untuk mencari rumah singgah untuk mereka tempati,” ujar Tono, Jumat (3/2/2017), dikutip dari Republika.
Tono mengatakan, Pemerintah Kota Bandung menjamin masyarakat yang miskin, sesuai undang-undang yang berlaku. Selain itu, pemkot akan berusaha mencari pekerjaan yang cocok untuk Ade, anak pertama Yayah dan Didi agar dapat membantu perekonomian keluarganya. “Pemerintah Kota menjamin akan memberikan bantuan bagi Yayah dan keluarga,” katanya.





