Tanah Gerak di Ciamis, 191 Jiwa Dievakuasi

Ilustrasi rumah rusak akibat tanah gerak/ Foto: mediaindonesia

JAKARTA, KBKNEWS.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, selama beberapa hari terakhir memicu bencana pergerakan tanah di Desa Payungagung.

Akibatnya, puluhan rumah rusak dan ratusan warga harus meninggalkan tempat tinggal mereka.

Kepala Desa Payungagung, Muhamad Haris Nasution, menjelaskan bahwa pergerakan tanah mulai muncul sejak Senin (10/11/2025) sekitar pukul 15.00 WIB dan hingga kini masih terus meluas. Fenomena ini terjadi di dua dusun, yakni Dusun Limusagung dan Dusun Pamekaran.

“Di Limusagung ada dua rumah yang mengalami kerusakan cukup parah dan sedang, dengan total dua kepala keluarga atau enam jiwa terdampak,” kata Haris saat ditemui di lokasi, Kamis (13/11/2025).

Sementara itu, di Dusun Pamekaran, terdapat 47 rumah yang terdampak, terdiri atas delapan rusak berat, lima rusak sedang, dan 34 rusak ringan. Secara keseluruhan, sebanyak 57 keluarga atau 158 jiwa merasakan dampaknya secara langsung.

Selain itu, tujuh rumah lain beserta satu masjid juga terancam akibat retakan tanah yang semakin melebar. “Sebanyak 68 kepala keluarga dengan total 191 jiwa sudah kami evakuasi sementara ke tempat aman, sebagian di rumah keluarga, kerabat, dan di madrasah,” ujarnya, dilansir detik.com.

Pergerakan tanah ini merupakan bagian dari bencana hidrometeorologi, yang dipicu intensitas hujan tinggi serta kondisi tanah yang labil di wilayah perbukitan Ciamis bagian utara. Pemerintah desa bersama BPBD Ciamis kini tengah melakukan pemantauan dan pendataan lanjutan terhadap kerusakan yang terjadi.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here