JAKARTA, KBKNEWS.id – Pemerintah menanggapi kabar warga Aceh yang mengibarkan bendera putih di sejumlah ruas jalan sebagai simbol kondisi darurat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa pemerintah saat ini sedang bekerja keras membantu pemulihan tiga provinsi yang terdampak bencana tersebut.
“Ini kan lagi bekerja keras ya, itu saja. Kami lagi bekerja keras,” kata Gus Ipul saat ditemui di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2025).
Gus Ipul juga menanggapi polemik surat permintaan bantuan penanganan bencana Aceh yang ditujukan kepada dua lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni United Nations Development Programme (UNDP) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF).
Ia menegaskan, langkah-langkah yang ditempuh pemerintah saat ini berpedoman pada arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Pedoman kita adalah arahan Presiden. Kalau ada usulan-usulan, bisa disampaikan melalui Mendagri. Jika itu berasal dari pemerintah daerah, nanti akan diteruskan ke Presiden,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan akan mengecek kabar adanya warga Aceh yang mengibarkan bendera putih. Tito mengaku belum mengetahui secara rinci informasi tersebut.
“Saya belum tahu, nanti saya cek dulu,” kata Tito singkat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Diberitakan sebelumnya, bendera putih dilaporkan berkibar di sejumlah titik di jalan-jalan Aceh dan diibaratkan sebagai simbol warga menyerah menghadapi dampak banjir.
“Masyarakat menyerah dan butuh bantuan. Kami tidak sanggup lagi,” ujar Bahtiar, warga Alue Nibong, Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (14/12/2025).





