spot_img

Tarawih Kilat, Bagaimana Hukumnya?

JAKARTA – Tarawih adalah salah satu salat sunah yang khusus dilakukan pada malam Ramadan. Pelaksanaan salat tarawih dapat dilakukan secara berjemaah (bahkan dianjurkan) maupun sendirian.

Salah satu keutamaan dari salat tarawih (Qiyamu Ramadan) adalah mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

Tarawih sebenarnya salat yang dilakukan dengan santai atau tenang. Nama “tarawih” berasal dari kata “tarwihah” yang berarti istirahat. Meskipun salat ini seharusnya dilakukan dengan tenang dan diselingi istirahat setelah salam, beberapa orang melakukannya dengan sedikit lebih cepat.

Pertimbangannya adalah agar salat tidak berlangsung terlalu larut malam, mengingat para jemaah sudah lelah berpuasa sepanjang hari dan perlu bangun dini hari untuk sahur dan salat Subuh, terutama di daerah perkotaan yang padat.

Selama tidak ada kerusakan pada rukun-rukun salat, salat tarawih tersebut tetap sah. Berikut di antaranya:

  • Rukun qalbi (niat) dilaksanakan dengan benar.
  • Rukun qaulinya benar seperti: takbiratul ihramnya benar, bacaan surat Al-fatihahnya benar (tidak ada yang cacat seperti panjang pendek, tasydid dan makharijul huruf yang tepat). Begitu juga dengan tahiyat akhir yang benar, selawat dalam tasyahud akhir  dan salam pertama.
  • Rukun fi’linya benar dan tidak cacat, seperti: berdiri jika mampu, ruku; Iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, duduk tahiyat akhir (kesemuanya itu harus disertakan dengan thuma’ninanh).

Bagaimanaa dengan fenomena salat tarawih 20 rakaat yang selesai dalam waktu singkat, misalnya hanya dalam 7 menit? Apakah salat tersebut sah?

Jawabannya sederhana, menurut kaidah yang telah disebutkan di atas, jika mereka yang melaksanakan salat tersebut merasa bahwa tidak ada kerusakan pada rukun-rukun salat, maka mereka akan menganggap salat tersebut sah.

Namun, bagi mereka yang berpendapat bahwa salat tersebut tidak mungkin memenuhi rukun-rukun salat, maka mereka akan menganggapnya tidak sah.

Meskipun terdapat pro dan kontra terkait salat tarawih “super cepat” ini, sebaiknya kita melaksanakan salat tarawih dengan kecepatan yang wajar, tanpa mengorbankan rukun-rukun salat dan aspek-etika.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles