spot_img

Target Bersedekah dengan SMART

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhoan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”
(QS Al Ankabut: 69)

JAKARTA – Pernahkah Anda membuat target sedekah? Misalnya, menetapkan jumlah uang yang ingin disedekahkan bulan ini, atau merencanakan untuk mewakafkan sesuatu dalam tahun tertentu.

Terkadang, kita sangat fokus pada pencapaian tujuan-tujuan dunia, namun kurang memerhatikan goal setting yang berkaitan dengan akhirat.

Bahkan, seorang pedagang memiliki target penjualan harian, produksi, dan omzet, yang membantu mereka  fokus pada tujuan dan menemukan solusi kreatif untuk mencapainya.

Teori goal setting pertama kali diperkenalkan oleh Edwin Locke. Teori jni menyatakan bahwa kita cenderung lebih termotivasi jika memiliki tujuan yang jelas dan spesifik. Locke juga mengidentifikasi empat mekanisme motivasi dalam menetapkan tujuan:

  1. Tujuan mengarahkan perhatian
  2. Tujuan mengatur upaya
  3. Tujuan meningkatkan persistensi
  4. Tujuan menunjang strategi-strategi dan rencana-rencana kegiatan.

Tidak hanya kehidupan duniawi saja yang memerlukan goal setting, Allah juga mengingatkan kita untuk memerhatikan goal setting yang berorientasi kehidupan akhirat:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaknya setiap diri memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Hasyr:18)

Sementara itu, Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam pun mengingatkan diri kita untuk mengevaluasi diri dan memperhatikan amalan apa yang sudah dipersiapkan untuk kehidupan setelah kematian:

Dari Syadad bin Aus r.a, dari Rasulullah SAW, bahwa beliau berkata, “Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah.” (HR Imam Turmudzi, ia berkata, ‘Hadis ini adalah hadis hasan’)

Lalu, bagaimana cara menetapkan goal setting, terutama yang berkaitan dengan sedekah?

Dilansir dari tabungwakaf.com, kita dapat membuat target sedekah menggunakan metode SMART, yakni:

Specific: Target harus bersifat spesifik dan terfokus. Contoh: “Saya ingin berwakaf kendaraan untuk ambulans gratis bagi kaum duafa”.

Measurable: Target bersifat terukur. Contoh: “Saya ingin bersedekah 30% dari penghasilan saya, yaitu 3 juta setiap bulannya”.

Achievable: Target yang telah ditetapkan merupakan hal yang realistis dan dapat dicapai.

Relevant: Target yang dipilih sebaiknya relevan dan berkaitan dengan kapabilitas diri kita.

Time: Waktu untuk mencapai target tersebut atau deadline. Contoh: “Saya akan mulai bersedekah 3 juta tiap bulan pada akhir bulan ini”.

Ketahuilah bahwa jikalaupun ada sesuatu hal terjadi yang membuat goal setting kita tidak tercapai, sesungguhnya Allah telah mencatat niat kita itu sebagai kebaikan.

“Sesungguhnya Allah menulis kebaikan-kebaikan dan kesalahan-kesalahan kemudian menjelaskannya. Barangsiapa berniat melakukan kebaikan namun dia tidak (jadi) melakukannya, Allah tetap menuliskannya sebagai satu kebaikan sempurna di sisi-Nya. Jika ia berniat berbuat kebaikan kemudian mengerjakannya, maka Allah menulisnya di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat sampai kelipatan yang banyak…” (HR Bukhari Muslim)

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles