JAKARTA, KBKNews.id – Puasa Tasua dan Asyura yang jatuh pada 9 dan 10 Muharam menjadi ibadah sunah yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Pada 2025, kedua hari mulia ini jatuh pada hari Sabtu, 5 Juli (puasa Tasua) dan Minggu, 6 Juli (puasa Asyura).
Kedua hari tersebut merupakan waktu yang sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk berpuasa, mengingat besarnya pahala yang dijanjikan.
Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa terbaik setelah bulan Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharam. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam sabda Nabi Muhammad SAW:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم)
Artinya: “Dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: ‘Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, Muharam. Dan salat yang paling utama setelah salat fardu adalah salat malam’.” (HR Muslim)
Lalu, apa saja keutamaan dari puasa Tasua dan Asyura? Berikut penjelasannya:
1. Mengikuti Teladan Nabi Musa AS
Puasa Asyura memiliki makna historis yang kuat dalam Islam. Hari Asyura diyakini sebagai momen ketika Nabi Musa AS dan Bani Israil diselamatkan dari kejaran Firaun oleh pertolongan Allah SWT.
Sebagai bentuk rasa syukur, Nabi Muhammad SAW pun menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada hari itu. Melalui puasa ini, umat Islam diajak meneladani keimanan dan kesabaran Nabi Musa dalam menghadapi ujian berat.
2. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
Berpuasa pada hari Tasua dan Asyura tak hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga menjadi sarana untuk memperdalam hubungan spiritual dengan Allah.
Selain menambah pahala, puasa ini dapat menjadi media untuk merenung, berzikir, dan berdoa, sehingga hati menjadi lebih tenang dan pikiran lebih jernih. Momen ini sangat tepat untuk memperkuat keimanan.
3. Menumbuhkan Rasa Persaudaraan
Puasa Tasua dan Asyura dijalankan oleh jutaan umat Muslim di seluruh dunia. Ibadah bersama ini menciptakan ikatan ukhuwah yang kuat, mempererat persatuan umat Islam, dan menumbuhkan semangat saling mendoakan.
Ibadah kolektif ini menggambarkan solidaritas sesama Muslim, meskipun berbeda latar belakang budaya dan negara.
4. Menyempurnakan Amalan di Bulan Muharam
Rasulullah SAW pernah menyatakan bahwa jika masih hidup hingga tahun depan, beliau akan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharam.
Hal ini menunjukkan pentingnya menjalankan kedua puasa tersebut secara beriringan. Puasa Tasua menjadi pelengkap bagi puasa Asyura dan merupakan bentuk penyempurnaan amal di bulan yang sangat mulia ini.
5. Waktu yang Baik untuk Berdoa
Hari Asyura termasuk salah satu waktu yang sangat baik untuk memanjatkan doa. Ulama menyebut bahwa hari ini penuh keberkahan, dan Allah SWT membuka pintu ampunan serta kebaikan bagi hamba-Nya.
Maka, sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa di hari tersebut, memohon perlindungan, rezeki, dan ampunan atas dosa-dosa.
6. Momen untuk Memperluas Amal Kebaikan
Selain berpuasa, amalan seperti bersedekah, memberi makan orang lain, dan berbuat baik di hari Asyura sangat dianjurkan.
Banyak riwayat menyebut bahwa siapa pun yang memperbanyak kebaikan pada hari itu akan mendapat balasan keberkahan dari Allah SWT. Ini adalah kesempatan emas untuk memperbanyak amal saleh dan menuai pahala berlipat ganda.
Puasa Tasua dan Asyura bukan hanya sekadar ibadah sunnah, tetapi juga sarana untuk memperkuat spiritualitas, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperbanyak amal kebaikan. Manfaatkan momen mulia ini dengan sebaik-baiknya agar kita semakin dekat dengan Allah SWT.




