BENGKAYANG – Desa Mayak, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah tebaran hewan kurban Dompet Dhuafa pada Idul Adha beberapa waktu lalu.
Selain Desa Mayak terletak cukup jauh, dari Bandara Supadio, Pontianak memerlukan waktu kurang lebih 7 jam, apabila dicapai berkendara dengan kecepatan 60 – 80 km/jam, di Desa ini juga sangat minim sinyal telepon genggam.
“Waktu Quality Control (QC) lalu juga memakan waktu perjalanan seperti itu mas,” ujar Ahmad, selaku mitra yang mengantarkan tim THK Dompet Dhuafa ke lokasi distribusi kurban.
Ketika kami sampai, beberapa anggota kelompok Ternak Mekar Sari, mitra ternak Dompet Dhuafa masih sibuk memberikan pakan ke ternak-ternaknya, pada 10 Agustus lalu.
“Mas-mas sekalian, bisa tunggu di rumah saja ya,” sambut Ali, dengan ramah.
Setelah berjuang menapaki perjalanan yang jauh, tim kehilangan sinyal telepon, karena lokasi Desa ini yang berada di pelosok, namun tidak membuat tim ataupun warga sekitar kepalang panik.
“Di sini mah sudah biasa tidak ada sinyal. Bahkan tidak jarang kami memanjat pohon hanya untuk mencari sinyal atau pergi ke Desa Seluas. Biasanya suka ada sinyal di sana,” jelas Ali, setelah kembali dari ladang.
Karena penasaran, akhirnya tim sempat pergi sebentar ke Desa Seluas untuk mengecek dan benar saja. Sinyal memang masuk, hanya saja tidak bisa mengakses internet. Hanya untuk SMS bisa.
“Kalau di sini mah memang begitu Mas. Bicara soal pemerataan ini dan itu. Tapi sinyal saja di sini masih sulit. Bagaimana mau berkembang,” tutup Ali, dilansir laman dompetdhuafa.org.





