Tempe Diajukan sebagai Warisan Dunia ke PBB

INDONESIA mengajukan tempe sebagai Warisan Tak Benda ke Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya (UNESCO).

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha dalam orasinya saat membuka seminar Budaya Tempe di Gedung Kemendikbud, Jakarta, (19/12).

“Yang kita perjuangkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda dunia adalah ilmunya value-nya,” kata Giring.

Menurut Giring, upaya membuat tempe jadi warisan ini selaras dengan kebutuhan dunia. Misalnya, sudah banyak masyarakat yang memilih meknan untuk untuk hidup sehat.

“Sekarang dunia juga lagi shifting (beralih) ke makanan  yang sehat dan higienis , terus vegan (tidak makan daging). Ini momentum luar biasa untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia yang sehat,” tuturnya.

Sementara Dirjen Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kemenbud, Endah Tjahjani Dwirini mengemukakan, saat ini tempe tengah dikaji oleh UNESCO. Ia berharap tempa bisa disahkan jadi Warisan Tak Benda pada 2026.

Endah berharap setelah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda, tempe bisa menjadi manfaat tersendiri bagi komunitas tempe, pelaku industri, dan semua pihak, khususnya sebagai pengetahuan lokal serta global.

“Kita juga ingin agar budaya, tradisi tempe ini bukan hanya sebagai sajiannya tapi jadi pengetahuan lokal yang menjadi pengetahuan global, mengingat tempe kan tidak hanya bisa terbuat dari kedelai tapi bisa dari kacang-kacangan lainnya,” kata Endah.

Setelah ditetapkan, tempe juga akan dilabeli tulisan bahwa telah menjadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.

“Dan nanti ke depan kita inginnya kalau sudah diinskripsi oleh UNESCO, produk-produk tempe sudah diinskripsi menjadi warisan tak benda UNESCO tahun 2026,” katanya.

 Inovasi Bahan Tempe

Indah berharap ke depannya akan semakin banyak ragam  olahan tempe berasal dari tempe, misalnya jus tempe dan lainnya.

“Jadi ke depan itu seperti saya sampaikan, tak hanya  berhenti sampai diakui oleh UNESCO, tapi ke depan berbagai inovasi juga harus dilakukan untuk menciptakan jenis penganan unggulan, tidak yang biasa-biasa saja,” katanya.

Kemenbud juga mendorong pengembangan inovasi bahan tempe. Endah menyebut tempe tak hanya dari kedelai tapi bisa juga berbagai jenis kacang lain.

“Jika terus dikembangkan dan disosialisasikan ke masyarakat, mudah-mudahan kita suatu hari juga menggemari produk olahan tempe dari bentuk kacang-kacang lain selain kedelai,” pungkas Endah.

Indonesia bukan bangsa tempe, walau pengosumsi tempe terbesar di dunia,”.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here