Tentang Sanksi AS, Qatar Janji Bantu Turki

Erdogan dan Tamim/ Arabnews

DOHA  – Qatar telah  menentang sanksi ekonomi Presiden AS Donald Trump untuk Turki dan pada  Rabu (15/8/2018)  berjanji untuk investasik $ 15 miliar ke pasar keuangan dan bank Turki, di tengah runtuhnya nilai lira dan perang dagang menjulang antara Turki dan Amerika Serikat.

Keputusan itu menyusul pembicaraan di Ankara antara Emir Qatar, Syeikh Tamim bin Hamad Al-Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Lira telah kehilangan hampir 40 persen nilainya terhadap dolar tahun ini, didorong oleh kekhawatiran atas pengaruh Erdogan yang semakin besar terhadap ekonomi dan penolakannya untuk menaikkan suku bunga meskipun inflasi tinggi.

Pekan lalu, AS menggandakan tarif impor aluminium dan baja dari Turki, selama perselisihan mengenai penahanan seorang pendeta Amerika atas tuduhan keamanan yang dilihat AS sebagai tidak berdasar.

Sebagai tanggapan, Erdogan meluncurkan boikot produk listrik AS dan menaikkan tarif dengan tajam pada impor AS lainnya.

Dihimpun Arabnews, Turki dan Qatar telah menjadi mitra ekonomi dan politik yang dekat. Doha memiliki investasi senilai $ 20 miliar di Turki, dan Ankara adalah salah satu eksportir teratas ke emirat tersebut.

Syekh Tamim adalah pemimpin asing pertama yang merangkul Erdogan setelah kudeta yang gagal di Turki pada 2016, dan Turki  bersama dengan Iran menjadi  negara yang mendukung Qatar melawan boikot oleh Kuartet Anti-Teror yang dipimpin Saudi atas pendanaan Doha.

 

Advertisement