Terima SP2, Sebagian Warga Bukit Duri Bongkar Rumah dan Ambil Kunci Rusun

Warga Bukit Duri bongkar rumah setelah terima SP2 Penertiban/ liputan6.com

JAKARTA – Setelah pemerintah kota Jakarta Selatan melayangkan surat peringatan kedua (SP2) kepada warga Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, yang tinggal di pinggiran Sungai Ciliwung, sebagian warga ada yang membongkar rumahnya sendiri dan ada yang berinisiatif mengambil kunci rumah susun yang telah disediakan.

Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi mengungkapkan sejauh ini sudah ada 241 kepala keluarga dari 363 KK yang sudah bersedia mengambil kunci rusun.

Tri menegaskan pemerintah akan konsisten menertibkan bangunan-bangunan yang berdiri di lahan hijau pinggir sungai sebagai bagian dari normalisasi sungai. “Nanti kami bongkar kalau dia nggak mau. Kami berharap masyarakat pindah, kami bongkar yang kosong-kosong,” kata Tri, dikutip dari Suara.com.

Setelah melayangkan SP 2, bila warga tetap bertahan, tiga hari lagi akan terbit SP 3. Sehari setelah itu atau Senin (12/9/2016) langsung terbit surat perintah bongkar.

Sementara itu, dikutip dari Liputan6.com, Gubernur DKI Jakarta Ahok juga menegaskan pembongkaran kawasan yang terkena proyek normalisasi Sungai Ciliwung, salah satunya warga Bukit Duri, akan tetap dilakukan setelah Idul Adha nanti. “Tunggu saja SP3, kalau udah SP3 pasti besoknya dibongkar,” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (8/9/2016).

Ahok mengatakan, penggusuran akan tetap dilakukan selama putusan pengadilan gugatan warga Bukit Duri belum keluar. “Ya dia gugat, enggak gugat (lanjut). Kalau enggak ada putusan tunda ya,” ucap Ahok.

Sementara itu, selain sudah ada beberapa warga yang mengambil kunci rumah susun di Rawa Bebek, cawang, beberapa warga juga sudah berinisiatif membongkar rumahnya ketika menerima SP2 penertiban.

Advertisement