Tersangka Pembuat Kartu BPJS Palsu di Bandung Telah Ditahan

0
218
Ilustrasi, Penyebaran Kartu BPJS Palsu Ditemukan di Bandung/ Pojoksatu.id

BANDUNG – Atas beredarnya kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan palsu di Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat, membuat Kepolisian Resor Cimahi telah menangkap tersangka Ana Sumarna yang mengatasnamakan Yayasan Rumah Peduli Dhuafa.

Kepala Polres Cimahi AKBP Ade Ary Syam Indradi di Bandung, Senin (25/7/2016) menuturkan Yayasan Rumah Peduli Dhuafa sudah beroperasi sejak Juli 2015 yang bergerak di bidang perbantuan kesehatan dan pendidikan.

Sementara itu polisi telah menetapkan tersangka Ana Sumarna (42), warga Kota Cimahi yang bertanggung jawab dalam pembuatan kartu peserta BPJS Kesehatan palsu.

“Ana Sumarna (42) warga Kota Cimahi yang menjalankan kejahatannya mengatasnamakan Yayasan Rumah Peduli Dhuafa, mencetak kartu palsu BPJS Kesehatan sejak tanggal 14 Juli 2015 sampai dengan sekarang,” kata Ade.

Sedangkan uang yang diperolehnya dari penipuan itu, kata Ade, menurut pengakuan tersangka sudah mencapai Rp81 juta. “Menurut tersangka uang hasil pembuatan BPJS tersebut digunakan untuk operasional yayasannya,” katanya lagi.

Tersangka dalam melakukan aksinya diawali dengan menyosialisasikan kepada masyarakat tentang pembuatan kartu BPJS seumur hidup dengan hanya membayar Rp 100 ribu per orang.

Kasus tersebut bermula setelah adanya warga yang melaporkan bahwa kartu BPJS tersebut tidak terdaftar di kantor BPJS resmi. Berdasarkan pemeriksaan sementara, kata Ade, tersangka baru membuat kartu BPJS palsu untuk 175 kepala keluarga (KK) dari total 810 KK yang sudah mendaftarkan diri ke Yayasan Rumah Peduli Dhuafa..

“Kartu peserta BPJS diduga palsu yang telah dicetak oleh tersangka sebanyak 175 kepala keluarga dari 810 KK yang menjadi calon peserta BPJS,” katanya.

Ia menyebutkan warga yang menjadi korban peserta palsu BPJS Kesehatan itu berada di Desa Kertajaya, Jayamekar, Ciburuy dan Kertamulya di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Terkait dugaan terjadi di daerah lain, kata Ade, pihaknya masih melakukan proses penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari saksi atau pelapor juga tersangka.

Ade menegaskan jajarannya akan terus menelusuri peredaran kartu peserta BPJS Kesehatan palsu tersebut. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan Kabupaten Bandung Barat dan Cimahi untuk mengungkap tuntas kasus tersebut. “Untuk lebih lanjut, kita akan koordinasikan dengan pihak BPJS Kesehatan,” katanya.

Advertisement div class="td-visible-desktop">