Tertimpa Reruntuhan Gempa saat Dzikir, Aang Berhasil Lolos dari Maut

Bangunan roboh akibat gempa Cianjur/ foto: Radar Cianjur

CIANJUR – Aang Supardin (45),warga Kampung Senen, Desa Nyalindung, Kecamatan Cugenang, Cianjur berhasil selamat meski sempat tertimbun reruntuhan gempa.

“Alhamdulillah, saya selamat dari maut. Padahal waktu itu saya berfikir akan mati,” ucap Aang, Selasa (22/11/2022).

Bapak tiga anak ini menceritakan kronologi kejadian gempa bumi yang meruntuhkan rumahnya hingga lolos dari maut.

Saat getaran gempa terasa pada pukul 13.21 WIB, Aan sedang berzikir usai menunaikan salat dzuhur di kamarnya. Sementara tiga anaknya sedang bermain di luar. Sedangkan istrinya Siti Nurjanah (35), duduk di teras samping rumahnya.

Bersamaan dengan guncangan gempa, atap dari beton dan dinding rumahnya ambruk. Reruntuhannya menimpa dia.

“Untungnya reruntuhan bangunan tidak langsung nimpa saya tapi kena lemari dulu, jadi saya ketahan lemari,” ujarnya.

Ketika tertimpa lemari pakaian, ia masih sadar dan berdoa sambil berusaha mengirup udara bercampur debu. Saat itu, dia melihat ada cahaya yang masuk dari lubang.

“Waktu itu, saya berpikir bisa keluar mengikuti lubang itu,” tutur Aang.

Ia pun akhirnya berjuang untuk keluar dari reruntuhan rumah. Aang menggerakkan tubuhnya perlahan mengikuti lubang seukuran badan itu. “Saya pelan-pelan ngesot, terus dekatin lubang. Setiap ada puing kecil yang ngehalangin, saya geser pelan-pelan supaya enggak roboh,” ucapnya.

Aang akhirnya berhasil mengeluarkan seluruh tubuhnya dari reruntuhan, dan lolos dari maut. Meski gempa telah meluluhlantahkan rumahnya, namun dia bersyukur masih diberi kesempatan hidup.

Advertisement