BANDUNG – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengungkapkan awal mula klaster penularan baru virus Corona (COVID-19) di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD).
Manurutnya, dua pekan lalu, pada 29 Juni 2020, dua perwira siswa mengeluhkan sakit dan berobat di RS TNI Dustira, Kota Cimahi. Satu perwira siswa mengidap bisul dan yang satu lagi mengeluhkan sakit tulang belakang.
Petugas medis RS TNI Dustira lalu melakukan swab test terhadap keduanya. Hasilnya diketahui, kedua pasien yang merupakan perwira siswa Secapa AD tersebut positif terpapar COVID-19.
“Nah dari situ, pada hari itu juga (Sabtu 29 Juni 2020), kami melakukan rapid test massal terhadap seluruh siswa dan pengajar di Secapa AD. Hasilnya, sekitar 187 orang reaktif,” katanya.
Awalnya, Mabes TNI AD mengirimkan 1.250 alat rapid test karena jumlah siswa dan staf pengajar Secapa AD 1.198 orang. Tetapi karena pertimbangan ada para pelatih yang sehari-hari berinteraksi dengan mereka, maka akhirnya dikirim 1.400 alat rapit test.
Karena belum puas, ujar Andika, TNI AD ingin meyakinkan, kemudian melakukan swab test. Mabes TNI AD mengirimkan VTM ke Kakesdam III/Siliwangi.
“VTM itu adalah alat untuk tes swab, ya. Nah saya kirim. Kemudian dilakukan swab dan tes di laboratorium PCR dari situlah akhirnya ditemukan (klaster COVID-19 di Secapa AD),” ujar Andika yang didampingi Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan perwira tinggi lainnya.
Hasil dari swab test tersebut, tutur Andika, 1.280 orang, baik siswa maupun pengajar, serta keluarganya terpapar COVID-19. Perinciannya, sebanyak 991 adalah perwira siswa dan sisanya, 289 orang merupakan staf pengajar dan keluarganya.
“Ada enam anggota keluarga staf dan pengajar Secapa AD terkonfirmasi positif. Satu dari keluarga staf pengajar Secapa AD yang positif itu anak-anak,” tutur KSAD, dikutip Sindonews.




