KEMENTERIAN Kesehatan Iran menyatakan, tidak ada kontaminasi radiasi pada korban yang dirawat di RS pasca pengeboman oleh AS terhadap tiga fasilitas nuklir, Sabtu (21/6) .
“Orang-orang yang sedang dirawat akibat luka-luka tidak menunjukkan tanda-tanda terkontaminasi radioaktif,” ungkap pernyataan resmi Kemenkes Iran, Minggu (22/6)
Selama bertahun-tahun, ucap pernyataan itu, Kemenkes Iran telah mendirikan pusat-pusat darurat nuklir di fasilitas medis terdekat dengan pusat-pusat nuklir.
“Syukurlah, tidak ada dari korban yang dibawa ke fasilitas-fasilitas tersebut setelah pengeboman AS yang menunjukkan tanda-tanda kontaminasi radiasi,” ucap Jubir Kemenkes Hossein Kermanpour di akun X.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang merupakan lembaga pengawas nuklir PBB juga memperbarui kondisi situs-situs nuklir Iran setelah serangan oleh pesawat pesawat AS.
Menggunakan pesawat pengebom siluman B-2 Spirit dipersenjatai bom Bunker Buster atau penghancur bunker GBU- 57 Masive Ordnance Penetrator berbobot 13,6 ton AU AS menyerang tiga fasilitas pengayaan Uranium Iran, Sabtu (21/6).
Ketiga situs yang selangkah lagi bisa memproduksi plutonium yakni Natanz, (140 mil selatan Teheran) Fordo 32 km timur laut Qom) dan Isahan (433 km selatan Teheran) sebelumnya (13/6) mengalami kerusakan berarti akibat serangan udara Israel tersebut.
Kepala IAEA, Rafel Grossi seperti dikutip CNN melaporkan kepada Dewan Keamanan PBB mengenai kondisi situs nuklir Iran .
Fordow
“Kawah-kawah terlihat di situs Fordow, lokasi utama Iran untuk pengayaan uranium hingga tingkat 60 persen, yang mengindikasikan penggunaan amunisi penembus tanah oleh AS..
“Kondisi (terkini) situs situs tersebut sesuai dengan pernyataan dari pihak AS,” kata Grossi, dilansir CNN International, Senin (23/6).
Grossi mengungkapkan saat ini tidak ada pihak, termasuk IAEA, yang dapat menilai seberapa kerusakan bawah tanah di situs Fordow yang terlindung 80 km di bawah tanah.
Isfahan
Sementara itu di Isahan, tim IAEA menyaksikan, terdapat bangunan yang terkena serangan.
“Bangunan tambahan terkena serangan pada malam hari, yang dikonfirmasi AS menggunaan rudal jelajah Tomahawk.
Bangunan yang terdampak termasuk yang terkait dengan proses konversi uranium,” ujar Grossi.
“Pintu masuk terowongan yang digunakan untuk menyimpan bahan uranium yang sudah diperkaya tampaknya juga terkena serangan.”
Dikutip dari Al Jazeera, pejabat setempat menyatakan bahwa sebelum Israel menyerang fasilitas nuklir Iran pada 13 Juni, sebagian besar uranium Iran yang paling tinggi tingkat pengayaannya disimpan di bawah tanah di Isfahan.
Sementara itu situs nuklir di Natanz juga terdampak serangan AS.
“Pabrik pengayaan bahan bakar kembali terkena serangan, dan AS mengonfirmasi bahwa mereka menggunakan amunisi penembus tanah (bom GBU-57 Bunker Buster,” kata Grossi.
Grossi mengungkapkan, Iran telah memberi tahu IAEA bahwa tidak ada peningkatan tingkat radiasi di luar lokasi pada ketiga situs tersebut dan menyebutkan, ia telah menjadwalkan sesi pertemuan khusus Dewan Gubernur IAEA pada hari Senin (23/6) di Wina.
Konflik Iran – Israel diawali serangan Israel ke sejmlah target di Iran Jumat 13 Juni lalu makin sengit dengan ketelibatan AS, sementara Israel terus memburu para petinggi, infrastruktur militer dan situs situs nuklir Iran, sebalaiknya Irana mengguyur kota kota di Israel dengan rudal rudal balistik
Apapun namanya, besar-kecil risikonya, perang tidak bisa menihilkan bencana bgi umat manusia. (CNN/al-Jazeera)





