TEPI BARAT (KBK) – Tidak saja warga Palestina yang ditembaki oleh Israel, relawan kemanusiaan seperti tim medis dari Bulan Sabit Merah yang berkerja di lapangan juga menjadi sasaran serangan tentara Israel. Ambulan pun tak luput dihajar rudal.
Seperti diinfokan oleh Pusat Informasi Palestina, Senin (12/10/2015), Lembaga Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan bahwa timnya yang bekerja di Tepi Barat dan al Quds mengalami 53 serangan sejak meletus intifadhah al Quds dari awal Oktober 2015 ini, yang mengakibatkan jatuh korban dan kerugian materi.
Serangan-serangan tersebut telah mengakibatkan sekitar 37 anggota tim terluka dan mengakibatkan kerugian materi, sekitar 20 mobil hancur, ditambah terhambatnya 24 mobil untuk bisa sampai kepada korban di berbagai titik konflik.
Bulan Sabit Merah menyatakan bahwa serangan-serangan ini yang terbanyak terjadi di kota al Quds, di mana tercatat ada 23 kasus penyerangan terhadap tim Bulan Sabit Merah saat bertugas di kota tersebut.
Sejak awal Oktober 2015 ini, di wilayah Tepi Barat dan al Quds terjadi berbagai konfrontasi antara warga dan pasukan penjajah Israel, yang meletus akibat meningkatnya aksi-aksi penyerbuan yang dilakukan para pemukim pendatang Yahudi ekstrim dan para pejabat Israel ke masjid al Aqsha.




