JAKARTA – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan maraknya foto di media sosialĀ tentang penculikan anak dan pencurian organ tubuh menimbulkan kesan yang menimbulkan rasa takut masyarakat.
“Dari hasil pengecekan kejadian dapat disimpulkan bahwa foto yang ditampilkan baik tersangka atau korban memang benar ada. Tetapi tidak sesuai dengan fakta kejadian sebenarnya,” kata Dedi.
Misalnya,Ā foto korban di ladang terburai perutnya diunggah dengan tulisan ‘korban penculikan dan pencurian organ tubuh. Kejadian tersebut faktanya korban perkosaan di Rokan Hilir yang dibunuh oleh pelakunya dan sudah ditangkap.
Selain itu foto tersangka pencuri ponsel diunggah sebagai foto penculik yang ditangkap, foto korban di rumah sakit terbaring dengan mata tertutup diunggah dengan pesan ‘korban penculikan yang dicuri matanya’.
Padahal faktanya kata Dedi, ada anak yang kelelahan naik sepeda mengalami dehidrasi kemudian meninggal.
Dedi menambahkan unggahan hoaks tersebut juga menimbulkan kesan seolah rangkaian kejadian yang dilakukan saling berhubungan padahal pesan yang diunggah tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.
Kini, Satgas siber punĀ sedang menganalisis akun-akun medsos yang berbeda yang memasang berita hoaks tersebut. Analisis ini untuk mengetahui pelaku dan motivasinya dan apakah pemilik akun saling berhubungan.





