JAKARTA, KBKNEWS.id – Minimnya pengamanan di area bekas galian proyek di kawasan Graha Indah, Balikpapan Utara, menyebabkan enam anak tewas tenggelam.
Kubangan yang tidak memiliki pagar pembatas maupun papan peringatan itu tiba-tiba longsor di bagian tepinya, membuat para korban terperosok ke dalam air sedalam sekitar enam meter. Tragedi ini memicu duka mendalam keluarga serta sorotan terhadap kelalaian pengawasan di lokasi berbahaya tersebut.
Enam korban, yang terdiri dari empat saudara dan dua anak lain dari lingkungan sekitar, telah dipulangkan kepada pihak keluarga pada Senin malam sekitar pukul 23.45 Wita. Empat jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Jalan PDAM RT 68 KM 8, sementara dua lainnya disemayamkan di RT 37, Kelurahan Graha Indah.
Para korban masing-masing bernama Alfa Kaltiana Hadi (12), Ica Nawang (11), Arafa Lirman (8), dan Anaya Zaira Azarah (5), serta dua anak lain, M. Rifai (9) dan Kartika Erdayanti (9). Kedatangan jenazah membuat keluarga, kerabat, dan warga tak kuasa menahan tangis. Seluruh korban dimakamkan pada Selasa (18/11/2025) setelah disalatkan di masjid setempat.
Ketua RT 37, Andi Firmansyah, menyebut kubangan tersebut telah terbentuk sekitar satu tahun dan berada hanya sekitar 50 meter dari permukiman warga. Ia menegaskan bahwa area itu sama sekali tidak memiliki perlindungan.
“Tidak ada pagar pembatas, tidak ada juga papan peringatan bahaya. Padahal anak-anak sering bermain di lokasi tersebut,” ujarnya.
Peristiwa tragis itu terjadi Senin (17/11) menjelang Magrib ketika enam anak tersebut pergi ke lokasi untuk memancing ikan. Saat mereka mendekati tepi kolam, tanah penyangga tiba-tiba ambles dan menyeret seluruh anak ke dalam kubangan.
Bhabinkamtibmas Batu Ampar, Aiptu Eko Wahyudi, menjelaskan bahwa tidak ada korban yang berhasil menyelamatkan diri.
“Tanah yang mereka injak tiba-tiba longsor. Seluruh korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” tuturnya, dilansir kaltimpost.
Lokasi kejadian berada dekat kawasan Grand City dan Sinar Mas. Polisi telah memeriksa area dan meminta keterangan sejumlah saksi.
“Kami tengah menghimpun keterangan terkait peristiwa ini,” kata Kasi Humas Polresta Balikpapan, Ipda Sangidun.





