Trump Ancam Embargo Total Spanyol Usai Tolak Pangkalan Militer untuk Serangan Iran

JAKARTA, KBKNEWS.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghentikan seluruh hubungan dagang dengan Spanyol setelah negara itu menolak penggunaan pangkalan militer AS untuk misi yang terkait dengan serangan terhadap Iran.

Ancaman itu disampaikan Trump saat bertemu Kanselir Jerman Friedrich Merz. Ia menyebut telah meminta Menteri Keuangan AS untuk “memutus semua hubungan dagang” dengan Spanyol dan menegaskan memiliki kewenangan menjatuhkan embargo berdasarkan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA).

Ketegangan dipicu keputusan pemerintah Spanyol yang tidak mengizinkan pangkalan Rota dan Moron digunakan dalam operasi militer terkait Iran.

Sebagai respons, militer AS memindahkan 15 pesawat, termasuk tanker pengisi bahan bakar, dari pangkalan tersebut.

Trump juga kembali menekan Madrid soal belanja pertahanan NATO. Ia menyoroti Spanyol yang belum memenuhi target peningkatan belanja militer, seraya menyatakan AS “tidak membutuhkan apa pun dari Spanyol.”

Namun sejumlah pakar hukum menilai langkah embargo tidak mudah dilakukan. Presiden harus mendeklarasikan keadaan darurat nasional dan membuktikan adanya ancaman luar biasa terhadap keamanan AS—standar yang dinilai sulit dipenuhi dalam konteks ini.

Dilansir Reuters, Kanselir Merz menegaskan Spanyol tidak bisa diperlakukan terpisah karena kebijakan perdagangan dinegosiasikan secara kolektif oleh Uni Eropa. Pemerintah Spanyol pun menyatakan AS harus menghormati hukum internasional serta perjanjian dagang bilateral dengan Uni Eropa.

Data Biro Sensus AS menunjukkan pada 2025 Washington justru mencatat surplus perdagangan sebesar 4,8 miliar dolar AS dengan Spanyol.

Ekspor utama Spanyol ke AS meliputi minyak zaitun, suku cadang mobil, baja, dan bahan kimia, sementara ekspor energi AS ke Spanyol terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here