Trump Kukuh Ingin Relokasi Warga Palestina

Donald Trump. (Foto: Gage Skidmore via Wikimedia Commons)

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menegaskan usul kontroversialnya untuk merelokasi warga Palestina dari Gaza ke Mesir dan Yordania.

Meskipun kedua negara tersebut telah berulang kali menolak, Trump tetap yakin mereka akan menerima rencananya.

“Mereka akan melakukannya. Mereka akan melakukannya. Mereka akan melakukannya, oke? Kami telah melakukan banyak hal untuk mereka, dan mereka akan melakukannya,” kata Trump kepada wartawan, Kamis (30/1/2025).

Pernyataan ini muncul setelah Trump sebelumnya menyerukan agar Gaza “dibersihkan” dan penduduknya dipindahkan ke Mesir serta Yordania, dengan menyebut wilayah tersebut sebagai “lokasi pembongkaran” akibat perang Israel.

Namun, Mesir dan Yordania dengan tegas menolak pemindahan paksa warga Palestina dari tanah mereka. Usulan ini mencuat setelah gencatan senjata mulai berlaku di Gaza pada 19 Januari, yang untuk sementara menghentikan perang Israel.

Sejak konflik dimulai pada 7 Oktober 2023 akibat serangan Hamas, lebih dari 47.400 warga Palestina, termasuk banyak perempuan dan anak-anak, telah tewas menurut otoritas kesehatan Gaza. Sementara itu, di Israel, sekitar 1.200 orang tewas pada hari pertama serangan, dan 250 orang diculik ke Gaza.

Usulan Trump mendapat kecaman luas dari berbagai pihak, yang menilainya sebagai tindakan “pembersihan etnis” dan “kejahatan perang.” Banyak negara muslim dan Arab, serta beberapa negara Eropa seperti Prancis, dengan tegas menolak gagasan tersebut.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here