WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan banyak negara mengikuti Bahrain dan UEA untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.
Salah satu negara yang diyakininya adalah Arab Saudi, setelah dia mengaku sempat berbicara dengan Raja Salman, dan berpikir negara itu akan melakukannya pada waktu yang tepat.
“Ada banyak negara lain yang akan bergabung dengan kami, dan mereka akan segera bergabung dengan kami,” kata Trump beberapa jam setelah Bahrain dan UEA secara resmi menandatangani dokumen yang menormalisasi hubungan dengan Israel.
Presiden selanjutnya menambah jumlah negara yang menurutnya hampir mengikuti langkah kedua negara Teluk Arab itu.
“Kami akan memiliki 7 atau 8 atau 9. Kami akan memiliki banyak negara lain yang bergabung dengan kami, termasuk yang besar,” ujar dia.
Menjelang penandatanganan, Trump mengatakan pakta yang diberi nama “Perjanjian Ibrahim” itu akan mengakhiri perpecahan dan konflik selama beberapa dekade di kawasan itu dan akan membawa fajar Timur Tengah baru.
“Berkat keberanian para pemimpin dari ketiga negara ini, kami mengambil langkah besar menuju masa depan di mana orang-orang dari semua agama dan latar belakang hidup bersama dalam damai dan kemakmuran,” kata Trump kepada ratusan tamu yang berkumpul di Halaman Selatan Gedung Putih.
Bahrain menjadi negara Arab keempat yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel pada setelah Mesir pada 1979, Yordania pada 1994 dan UEA pada Agustus tahun ini.
Selain perjanjian bilateral yang ditandatangani antara Israel dan negara-negara Arab, Israel, UEA, Bahrain dan AS menandatangani pakta timbal balik yang disebut Trump dan pemerintahannya sebagai “Perjanjian Ibrahim.”




