Tujuh Kecamatan di Kulon Progo Dilanda Banjir dan Longsor

Ilustrasi Banjir di jalan-jalan utama di Yogyakarta (28/11), bagian dari musibah akibat siklon tropis Cempaka yang melanda sebagian wilayah Indonesia (foto:Tribun)

KULON PROGO – Tujuh Kecamatan di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, tergenang banjir dan dilanda tanah longsor setelah hujan deras turun pada Senin, 5 Desember 2022.

Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Joko Satya Agus Nahrowi mengatakan tujuh kecamatan yang terkena bencana hidrometeorologi banjir, yakni Kokap, Temon, Wates, Panjatan, Lendah, Galur, dan Sentolo. Kemudian, tanah longsor di Sentolo dan Kokap.

“Pagi ini, kami menerjunkan tim reaksi cepat (TRC) untuk mengecek ke lokasi banjir untuk mengetahui dampak banjir ini,” kata Joko Satyo.

Ia mengatakan banjir ini disebabkan terjadinya hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan anak-anak sungai, seperti Sungai Papah, Sungai Seling, dan Sungai Kanjangan meluap.

Kemudian wilayah yang biasanya tidak banjir, pada Senin (5/12) terendam banjir, yakni jalan bawah tanah Milir, dan Tapen. Kemudian wilayah Cerme, Gotakan.

“Saat ini kondisi sudah mulai normal kembali,” katanya.

Tim Pencarian dan Pertolongan Basarnas Yogyakarta mengevakuasi lima warga Kalimenur, Desa Sukoreno, karena rumahnya terendam banjir akibat Sungai Papah meluap pada Senin (5/12) malam.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Yogyakarta Kamal Riswandi mengatakan pada 21.23 WIB, petugas siaga Basarnas Yogyakarta menerima informasi dari anggota RAPI Kulon Progo bahwa telah terjadi Kondisi membahayakan manusia warga Kalimenur terjebak banjir akibat meluapnya Sungai Papah.

“Warga meminta bantuan untuk di evakuasi karena debit air semakin tinggi. Mendapat laporan tersebut, kami memberangkatkan satu tim yang terdiri dari personel Kantor Basarnas Yogyakarta dan personel Unit Siaga Congot yang dilengkapi peralatan water rescue,” kata Kamal Riswandi dalam rilisnya.

Ia mengatakan warga yang dievaluasi terdapat lansia yang sakit, ibu-ibu yang sakit dan anak balita. Sesampai di lokasi tim langsung berkoordinasi dengan Tim SAR Gabungan yang sudah berada di lokasi untuk melaksanakan proses evakuasi.

Tim SAR Gabungan akhirnya mengevakuasi lima warga dalam kondisi selamat. Ke Lima warga tersebut atas nama Erika umur 9 tahun, Kori umur 3 tahun yang merupakan anak-anak dan balita. Warga lainnya atas nama Martoyo umur 65 tahun, Corya umur 65 tahun merupakan lansia, Ria setiawati umur 35 tahun yang sedang sakit dan Eko Septianto umur 45 tahun.

“Seluruh Warga yang kami evakuasi langsung kami serahkan ke pihak Medis PMI Kulon Progo dan PSC Kulon Progo untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah mendapatkan penanganan medis warga yang dievakuasi dibawa ke rumah warga yang tidak terkena bencana banjir,” katanya, dilansir Antara.

 

Advertisement