Turki: Sanksi AS Tidak Adil untuk Rakyat Iran

Demonstrasi di Teheran, Minggu (4/11/2018)/ Press TV

ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengecam sanksi ekonomi AS yang baru terhadap Iran, mengatakan bahwa Turki tidak akan tinggal diam.

“Sanksi AS terhadap Iran adalah salah. Bagi kami, kami tidak ingin hidup di dunia imperialis,” kata Erdogan, Selasa (6/11/2018),  di parlemen di ibukota, Ankara.

Komentarnya datang setelah Washington pekan ini memberlakukan sanksi kedua terhadap Iran yang bertujuan untuk mengisolasi sektor perbankan negara itu dan memangkas ekspor minyaknya.

Delapan negara termasuk Turki, anggota NATO,  telah menerima pembebasan AS untuk terus mengimpor minyak Iran tanpa konsekuensi.

Semenatra Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu juga memperingatkan Washington terhadap reimposisi sanksi terhadap Iran, dengan mengatakan mengisolasi negara itu “berbahaya”.

“Sementara kami meminta pengecualian dari Amerika Serikat, kami juga sangat berterus terang kepada mereka bahwa menikung Iran tidak bijaksana. Mengisolasi Iran berbahaya dan menghukum rakyat Iran tidak adil,” katanya pada konferensi pers.

“Turki menentang sanksi, kami tidak percaya hasil apapun dapat dicapai melalui sanksi,” tambahnya.

“Saya pikir alih-alih sanksi, dialog dan keterlibatan yang bermakna jauh lebih bermanfaat.”

Cavusoglu sebelumnya telah menyampaikan pesan yang sama bulan Juli lalu kepada delegasi pejabat AS, menekankan bahwa Turki tidak akan mematuhi sanksi anti-Iran karena Iran adalah tetangga dan mitra yang penting.

“Kami membeli minyak dari Iran dan kami membelinya dalam kondisi yang tepat. Apa pilihan lainnya?” Kata Cavusoglu.

Washington telah memberlakukan dua paket sanksi tahun ini setelah menarik diri keluar dari perjanjian nuklir tahun 2015 yang disepakati antara kekuatan dunia dan Iran yang disebut Presiden Donald Trump sebagai perjanjian yang cacat.

Advertisement