
WARGA di ibu kota dan sekitarnya, juga di sejumlah wilayah harus bertahan dari kegerahan atau teriknya sengatan sinar matahari akibat kemarau panjang disebabkan fenomena El Nino sampai November nanti.
Menurut catatan BMKG di sejumlah wilayah di Indonesia pada 22 sampai 29 Sept. lalu, suhu udara di sejumlah wilayah Indonesia pada siang hari cukup tinggi, berkisar antara 35 sampai 38 derajat celsus.
Suhu tertinggi (38 derajat C) tercatat di Stasiun Klimatologi, Semarang pada 25 – 29 Sept, di Kertajati, Jawa Barat pada 28 Sept., sementara di wilayah Jabodetabek pada kisaran 35 sampai 37,5 C dan di Tangerang Selatan 37,5 C pada 29 Sept.
Di jalan-jalan protokol di ibukota, misalnya di sekitar Gedung Sarinah di kawasan Jl. MH Thamrin, tampak warga yang berlalu-lalang mengenakan kaca mata hitam dan sebagian membawa payung, namun sebagian lagi acuh saja.
Yang ketiban rezeki, para pedagang minuman dingin, baik berupa kemasan mau pun instan seperti the es manis, cendol, jeruk peras yang dijajakan di gerobak-gerobak dorong atau counter sederhana sudut-sudut bangunan.
“Alhamdulillah, sudah dua kali bikin, ludes terus, “ ucap Mpok Isah yang mangkal berjualan asongan kagetan di sudut Jl. Sabang, menjajakan teh es manis dengan es batu yang diraciknya sendiri.
Dari pukul 10.00 pagi sampai 14.00 dia sudah dua kali mengisi ulang kotak plastik transparan berukuran lebar kira-kira 35 cm, panjang 50 cm dan tinggi 40 cm yang berisi 30 gelas es teh manis.
Sementara Deputi Bidang Meterologi BMKG Guswanto mengemukakan, suhu panas di Jakarta dan sekitarnya dalam sepekan terakhir ini terjadi akibat minimnya tingkat pertumbuhan awan sehingga sinar matahari langsung menerobos atmosir tanpa rintangan.
Sebagian besar wwilayah Indonesia terutama di selatan ekuator, menurut dia, masih mengalami musim kemarau, sementara sebagian lain mulai memasuk peralihan musim ditandai cuaca cerah di saiang hari.
Selain pergerakan matahari ke arah selatan ekuator sepanjang September sehingga penyinaran matahari lebih intens di wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara, faktor lain seperti kecepatan angin, tutupan awan serta kelembaban udara juga berkontribusi besar mengakibatkan panas terik.
Perbanyak minum dan hindari sengatan cahaya matahari langsung agar tubuh tidak kekurangan air atau mengalami dehidrasi.




