DOMPET DHUAFA FASILITASI PERTEMUAN ANAK KORBAN ‘PERBUDAKAN’ DAN ORANG TUA
Edward pun mendesak Kak Zai untuk memfasilitasi ia agar dapat bertemu dengan anaknya. Kemudian Kak Zai melakukan diskusi lewat selular dengan LBH Apik Bali untuk kemungkinan pemulangan anak Edward itu.
Karena sudah mendapat sinyal dari Bali, maka Kak Zai mengontak drg Imam Rulyawan, Direktur Program Dompet Dhuafa mendiskusikan tentang kemungkinan memfasilitasi orang tua korban perdagangan anak ini untuk menemui anak-anak mereka di Bali, karena sudah 4 bulan mereka menahan bathin karena anak mereka itu.
Di Dompet Dhuafa, drg. Imam melimpahkan masalah ini ke Tim Sosial Development, Arief yang kemudian dilanjutkan ke Kamal dari Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa. Kamal pun mengkoordinasikan masalah ini dengan Perwakilan Dompet Dhuafa di Bali, Dompet Sosial Madani (DSM) Bali untuk akomodasi, transportasi dan kosumsi rombongan selama di Bali.
Pengkoordinasian selesai, keempat orang tua dan ditambah Kak Zai dari LPAI Lampung, kemudian dikumpulkan di Hotel Shahida In, Ciputat, Kamis (28/7/2016) untuk diberangkatkan ke Bali, esok harinya Jumat (29/7/2016), Pukul 8.20 Wib dengan pesawat Lion Air..
Karena kepastian keberangkatan ke Bali untuk menemui anaknya lah para orang tua ini senang, sehingga mereka terburu-buru datang ke Dompet Dhuafa, Jakarta. Sehingga diantaranya ada yang tidak membawa pakaian ganti karena ia pikir Jakarta-Bali dengan pesawat bisa bolak-balik dalam satu hari.
Ternyata urusan ini, masih banyak tetek bengeknya, sehingga mereka harus menginap di Hotel Sahida In sehari sebelum berangkat ke Bali. Dan mereka pun mengerti dan sabar menunggu matahari pagi esok hari. Malam itu mereka lalui dengan harap dan sekaligus cemas seperti cahaya bintang dan kegelapan malam. Semua terang, tapi masih dilingkupi misteri. ***




